KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung (Danlanal Babel) Kolonel Marinir Yulindo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan peninjauan ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman, tertib, dan kondusif. Jum’at (2/1/2026)
Peninjauan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan launching Taman Bhaypark Polda Bangka Belitung sebagai salah satu ruang publik yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat secara aman dan nyaman. Kegiatan berlangsung sejak malam hari hingga menjelang pergantian tahun, dengan fokus pada titik-titik keramaian masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Danrem 045/Garuda Jaya, Danlanud H.AS. Hanandjoeddin, Kepala BIN Daerah Bangka Belitung, Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, serta para pejabat utama Polda Bangka Belitung. Kehadiran pimpinan lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas daerah di momen krusial pergantian tahun.
Rangkaian peninjauan dimulai dari Pos Pelayanan Pasir Padi, dilanjutkan ke Pos Pelayanan Jembatan Emas, Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, dan berakhir di Polsek Tamansari. Seluruh lokasi tersebut dikunjungi menggunakan bus bersama Forkopimda untuk memudahkan koordinasi dan memastikan seluruh agenda berjalan efektif.
Selain melakukan pengecekan terhadap kesiapsiagaan personel, Forkopimda juga meninjau sarana dan prasarana pendukung pengamanan, alur pelayanan kepada masyarakat, serta kesiapan petugas gabungan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di malam pergantian tahun. Pada kesempatan tersebut, pimpinan daerah juga menyerahkan bingkisan kepada personel pengamanan sebagai bentuk dukungan moril dan apresiasi atas dedikasi mereka.
Danlanal Babel Kolonel Marinir Yulindo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keselamatan masyarakat di malam pergantian tahun,” ujar Yulindo di Pangkalpinang.
Ia menambahkan, keterlibatan seluruh unsur Forkopimda menjadi kekuatan utama dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, khususnya di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat malam Tahun Baru.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan yang bertugas selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menilai kehadiran pimpinan daerah di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sekaligus dukungan penuh kepada petugas.
“Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk tanggung jawab pemerintah sekaligus dukungan penuh kepada seluruh personel yang bertugas,” kata Hidayat.
Gubernur berharap, melalui pengamanan terpadu ini, masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan rasa aman dan nyaman. Ia juga mengingatkan bahwa pengamanan Nataru tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
“Pengamanan Nataru bukan hanya soal keamanan, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan optimal melalui sinergi semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan peninjauan kemudian diakhiri dengan pelaksanaan zoom meeting di Alun-Alun Kota Pangkalpinang untuk memantau perkembangan situasi secara menyeluruh dan memastikan koordinasi antarinstansi tetap berjalan hingga dini hari.
Menutup rangkaian kegiatan, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa sinergi Forkopimda merupakan kunci agar Bangka Belitung tetap tertib, aman, dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai awal yang lebih baik.
“Sinergi Forkopimda adalah kunci agar Bangka Belitung tetap tertib, aman, dan kondusif. Di era 2026 ini, yang buruk kita tinggalkan, yang baik kita pertahankan,” tutupnya. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)











