KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat penambang di beberapa wilayah Bangka Belitung, PT TIMAH Tbk bergerak cepat dengan memfasilitasi pertemuan bersama perwakilan penambang dari empat kabupaten. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Pusat PT TIMAH Tbk, Rabu (8/10/2025), dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro. Sabtu (11/10/2025)
Pertemuan ini menjadi langkah konkret perusahaan untuk memperkuat komunikasi dan mencari solusi bersama agar industri pertimahan nasional benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Restu menegaskan bahwa PT TIMAH Tbk berkomitmen menjalankan prinsip “Timah untuk Rakyat” yang selama ini digaungkan.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antara perusahaan dan penambang rakyat. Kita ingin mewujudkan ‘Timah untuk Rakyat’ agar kekayaan alam Bangka Belitung ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Restu.
Selain membahas hasil kesepakatan kenaikan harga timah, diskusi juga menyoroti pembentukan sistem kemitraan dan koperasi yang dapat melibatkan para penambang rakyat secara legal dan berkelanjutan. Restu menegaskan, forum komunikasi ini tidak berhenti di satu pertemuan saja, tetapi akan menjadi wadah rutin untuk membahas berbagai persoalan pertimahan di lapangan.
“Ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, kita akan bentuk forum agar komunikasi bisa berjalan intens. Kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang dan juga kesejahteraan karyawan PT TIMAH Tbk, sehingga semangat ‘Timah untuk Rakyat’ benar-benar terwujud,” kata Restu menegaskan.
Ia juga menambahkan bahwa kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung menjadi fokus utama perusahaan.
“Kita pada prinsipnya ingin masyarakat penambang sejahtera, dan kesejahteraan ini bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat Bangka Belitung,” sambungnya.
Sementara itu, Rizki, perwakilan penambang asal Kabupaten Bangka, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PT TIMAH Tbk yang membuka ruang dialog langsung dengan penambang. Ia menilai kemitraan atau koperasi merupakan solusi yang positif, namun tetap menekankan pentingnya transparansi dalam rantai distribusi dan harga jual timah.
“Tentu kami menyambut baik solusi soal penjualan timah, tapi yang terjadi sekarang rantainya panjang. Sekalipun harga tinggi, di lapangan banyak potongan. Kita ingin sistem yang jelas dan sesuai aturan, tanpa pungli. Kami mohon PT TIMAH mengawasi agar tidak ada oknum dari pihak mana pun yang merugikan penambang,” tegas Rizki.
Ia juga menegaskan bahwa para penambang siap mendukung kebijakan PT TIMAH Tbk selama perusahaan berpihak kepada rakyat.
“Kalau PT TIMAH hadir membantu rakyat, kami siap mendukung. Kami tetap merah putih, selama negara dan PT TIMAH memberikan rasa adil bagi kami,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Restu Widiyantoro juga mengingatkan agar seluruh penambang mengutamakan keselamatan kerja dalam setiap aktivitas penambangan. Menurutnya, faktor keselamatan menjadi hal utama untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin semua aktivitas tambang dilakukan dengan aman, sesuai aturan, dan tetap menjaga lingkungan. Keselamatan kerja itu nomor satu,” tutup Restu.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal baru bagi sinergi antara perusahaan dan penambang rakyat, serta memperkuat semangat gotong royong dalam mengelola sumber daya alam timah secara berkeadilan dan berkelanjutan. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)











