KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengingatkan para pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk tidak menyalahgunakan dana bantuan tersebut, terutama untuk aktivitas judi online maupun permainan daring yang tidak produktif. Langkah ini dilakukan agar BSU benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Senin (7/7/2025)
“Kita tidak hanya mengawal penyaluran BSU, tetapi juga mengawasi para pekerja penerima manfaat dalam membelanjakan dana bantuan upah subsidi ini,” kata Asisten III Pemprov Kepulauan Babel Ahmad Yani di Pangkalpinang, Minggu (6/7).
Ahmad Yani menjelaskan, pada tahun 2025 jumlah pekerja penerima BSU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 90.126 orang. Total dana yang disalurkan untuk program ini sebesar Rp54.075.600.000, dengan rincian Rp39.925.800.000 melalui Bank Himbara dan Rp14.149.800.000 melalui Kantor Pos.
“BSU ini harus digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak untuk beli rokok, bayar judi online, game dan lainnya,” tegasnya.
Ia menekankan, tujuan utama pemberian BSU adalah untuk menopang ekonomi para pekerja dalam memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka. Selain itu, bantuan ini diharapkan menjadi stimulan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
“Bantuan BSU ini untuk menopang ekonomi para pekerja untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya dan menjadi stimulan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.
Ahmad Yani memastikan bahwa penyaluran BSU melalui Kantor Pos maupun Bank Himbara hingga saat ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Babel untuk mengawasi penggunaan dana agar tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan BSU ini tepat sasaran, jumlah, manfaat dan bebas dari penyimpangan,” ujarnya.
Pemprov Babel berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dana bantuan dengan bijak untuk kebutuhan prioritas, sehingga dampak positif program ini benar-benar dirasakan oleh keluarga pekerja dan mendukung pemulihan ekonomi daerah. (Sumber: Antara News Babel, Editor: KBO Babel)










