KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mempercepat penyelesaian pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir besar yang melanda beberapa daerah pada akhir 2025 lalu. Jumat (6/3/2026)
Sepanjang bulan Ramadan 2026, pembangunan Huntara dikebut agar para penyintas dapat segera meninggalkan lokasi pengungsian dan menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.
Berdasarkan data Satgas PRR per 4 Maret 2026, sebanyak 11.927 unit Huntara telah selesai dibangun atau mencapai progres 100 persen dan siap dihuni oleh masyarakat terdampak. Ribuan unit hunian tersebut diperuntukkan bagi keluarga penyintas banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ketua Satgas PRR menyebutkan bahwa percepatan pembangunan Huntara ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, hingga dukungan sektor swasta. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kualitas hunian tetap terjaga.
“Percepatan pembangunan Huntara ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Semua bergerak bersama agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera memiliki tempat tinggal sementara yang layak sambil menunggu pembangunan hunian permanen,” ujar Tito, Ketua Satgas PRR dalam keterangannya.
Secara rinci, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah Huntara terbanyak yang telah rampung, yakni mencapai 10.235 unit. Jumlah ini menunjukkan besarnya dampak banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut sekaligus menggambarkan fokus utama penanganan pemulihan di daerah itu.
Sementara itu, di Sumatra Utara sebanyak 961 unit Huntara telah selesai dibangun dan siap ditempati oleh warga terdampak. Sedangkan di Sumatra Barat tercatat sebanyak 731 unit Huntara telah rampung.
Khusus di Sumatra Barat, penyelesaian ratusan unit Huntara ini menjadi capaian penting karena berhasil mengatasi kondisi darurat yang sebelumnya membuat sejumlah penyintas masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Selain pembangunan hunian sementara, perkembangan positif juga terlihat dari jumlah pengungsi yang terus menurun secara signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pengungsi telah turun hingga 99,63 persen dibandingkan kondisi awal bencana.
Pada awal kejadian banjir besar yang tercatat pada 2 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai 2.178.269 orang. Namun berdasarkan laporan terbaru per 4 Maret 2026, jumlah tersebut kini tersisa sekitar 6.873 orang yang masih berada di lokasi pengungsian.
Pemerintah memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan terus dilanjutkan hingga seluruh penyintas mendapatkan hunian yang layak dan kondisi kehidupan masyarakat di daerah terdampak dapat kembali pulih secara menyeluruh. (Sumber : Metrotv, Editor : KBO Babel)

















