PANGKALPINANGPOST.COM, PANGKALPINANG — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, PT TIMAH Tbk menggelar kegiatan bertajuk Women In TINS Series dengan tema “Perempuan Tangguh, Adaptif, dan Berdaya di Era Transformasi”. Kegiatan ini berlangsung di Graha Timah Pangkalpinang, Senin (22/12/2025), dan diikuti puluhan karyawati dari berbagai unit kerja di lingkungan PT TIMAH Tbk. Rabu (24/12/2025)
Acara tersebut dihadiri Direktur Sumber Daya Manusia PT TIMAH Tbk Ratih Mayasari, serta menghadirkan dua narasumber, yakni Profesional Coach dan Praktisi Transformasi Organisasi A. Darmawantik atau yang akrab disapa Ibu Dade, serta pelaku UMKM sekaligus pemilik Jamu Mbok Ti, Tiya Apriano. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar UMKM mitra binaan PT TIMAH Tbk yang seluruhnya dikelola oleh perempuan.
Beragam produk food and beverage ditampilkan dalam bazar tersebut. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan kebaya dan baju kurung, mengikuti sesi berbagi inspirasi, praktik pembuatan jamu tradisional, hingga mengabadikan momen kebersamaan. Women In TINS Series menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan agar semakin siap menghadapi dinamika perubahan dunia kerja.
Direktur SDM PT TIMAH Tbk, Ratih Mayasari, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, meskipun jumlah perempuan di lingkungan industri pertambangan masih tergolong minoritas, hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk berkontribusi dan berkembang.
“Perempuan di PT TIMAH Tbk harus semakin memperkuat dirinya. Kita memang minoritas, tetapi dengan keunikan yang diberikan Allah sebagai perempuan, kita tidak boleh menyerah. Kita harus semakin tangguh, adaptif, dan berdaya di era transformasi,” ujar Ratih.
Ratih juga menyoroti tantangan struktural yang masih dihadapi perempuan dalam dunia kerja, khususnya terkait keseimbangan peran profesional dan keluarga. Ia menegaskan bahwa minimnya perempuan di posisi puncak bukan disebabkan oleh kurangnya kompetensi, melainkan karena ekosistem kerja yang belum sepenuhnya ramah terhadap kebutuhan perempuan.
“Banyak perempuan berprestasi, namun ketika memasuki fase berkeluarga dan memiliki anak, tidak sedikit yang harus mundur. Dunia kerja belum sepenuhnya menyediakan ruang yang ramah bagi perempuan untuk tetap bertanggung jawab terhadap keluarga dan karier,” katanya.
Ia berharap PT TIMAH Tbk terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada perempuan melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga, termasuk dukungan pada fase-fase krusial kehidupan perempuan. Ratih juga mengapresiasi keberadaan komunitas Women In TINS sebagai wadah kebersamaan dan saling menguatkan.
“Saya berharap ke depan semakin banyak kegiatan positif bersama Women In TINS, bukan hanya menumbuhkan rasa kebersamaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan,” tambahnya.
Sementara itu, A. Darmawantik menyampaikan materi tentang Women Leadership Transformational. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai fondasi utama kepemimpinan perempuan. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri.
“Perempuan yang berdaya bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling kuat kesadarannya. Dimulai dari pikiran, keyakinan, pilihan, serta arah hidup dan karier,” jelasnya.
Pelaku UMKM Tiya Apriano turut berbagi kisah perjalanan membangun usaha jamu tradisional hingga mampu bertahan dan berkembang. Ia juga mempraktikkan langsung cara pembuatan jamu kepada para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh karyawati PT TIMAH Tbk yang mengaku mendapatkan banyak refleksi dan inspirasi.
Melalui kegiatan ini, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan perempuan, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, serta mendorong lahirnya perempuan tangguh, adaptif, dan berdaya di tengah era transformasi. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)










