KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memastikan ketersediaan pasokan listrik berada dalam kondisi aman dan andal selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini diberikan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, sahur, hingga perayaan Lebaran. Sabtu (21/2/2026)
Manajer Senior Perencanaan PLN UIW Babel, Ery Juniarta Partama, menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan sejak jauh hari. Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap pembangkit listrik, jaringan transmisi, gardu induk, hingga sistem distribusi ke pelanggan.
Menurut Ery, langkah ini penting untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan, terutama pada periode beban puncak yang umumnya terjadi saat menjelang sahur dan berbuka puasa.
“Daya mampu sistem kelistrikan di Bangka tercatat sebesar 341,05 megawatt (MW), yang terdiri dari transfer listrik dari Sumatera sebesar 100 MW dan daya mampu pembangkit lokal sebesar 241,05 MW,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, beban puncak listrik di Pulau Bangka tercatat sebesar 225,01 MW. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya sekitar 116,04 MW. Cadangan tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik selama Ramadan.
Untuk sistem kelistrikan di Pulau Belitung, PLN juga mencatat kondisi serupa. Daya mampu listrik mencapai 95,46 MW, sedangkan beban puncak berada pada angka 62,55 MW. Artinya, tersedia cadangan daya sebesar 32,91 MW.
“Dengan komposisi tersebut, kami memastikan kondisi cadangan daya selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah berada dalam posisi aman dan memadai,” kata Ery.
Selain kesiapan pasokan energi, PLN juga menyiagakan personel teknis selama 24 jam penuh. Tim siaga tersebut bertugas memantau sistem kelistrikan serta merespons cepat apabila terjadi gangguan, baik akibat faktor teknis maupun kondisi cuaca ekstrem.
PLN juga menyiapkan peralatan pendukung dan kendaraan operasional untuk mempercepat proses perbaikan di lapangan. Langkah ini bertujuan meminimalkan durasi pemadaman apabila terjadi gangguan tak terduga.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Seluruh personel telah disiagakan, termasuk peralatan pendukung untuk percepatan pemulihan jika terjadi gangguan,” tambahnya.
Pemerintah daerah turut mengapresiasi kesiapan PLN dalam menjaga keandalan listrik selama Ramadan. Bupati Bangka, Fery Insani, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan PLN untuk memastikan tidak terjadi pemadaman listrik selama bulan puasa.
Menurutnya, kestabilan pasokan listrik sangat penting karena aktivitas masyarakat meningkat pada malam hari, termasuk kegiatan ibadah dan ekonomi.
“Kami berharap tidak ada pemadaman selama Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.
Fery juga menambahkan bahwa listrik menjadi kebutuhan vital bagi berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, tempat ibadah, hingga pelaku usaha kuliner yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan.
Dengan kesiapan sistem kelistrikan, cadangan daya yang cukup, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, masyarakat di Pangkalpinang dan wilayah Bangka Belitung secara umum diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa gangguan listrik.
PLN menegaskan akan terus memantau kondisi sistem kelistrikan secara real time selama periode siaga Ramadan dan Lebaran guna memastikan keandalan pasokan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian hari besar keagamaan berakhir. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)















