
KBOBABEL.COM (Jawa Barat) – Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden memimpin lima rapat berbeda yang berlangsung sejak siang hingga malam hari untuk membahas berbagai isu penting, mulai dari penguatan sektor pendidikan, dinamika geopolitik internasional, hingga kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik Lebaran. Senin (9/3/2026)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa rangkaian rapat tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden untuk memastikan berbagai agenda prioritas nasional berjalan sesuai rencana. Dalam setiap rapat, Presiden meminta laporan terbaru dari para menteri terkait perkembangan program pemerintah serta situasi strategis yang berpotensi memengaruhi kondisi nasional.

“Presiden memimpin lima rapat yang membahas berbagai perkembangan strategis, baik terkait program pembangunan dalam negeri maupun dinamika internasional yang perlu diantisipasi pemerintah,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah pembangunan sepuluh kampus baru yang akan difokuskan pada penguatan bidang STEM, yakni sains, teknologi, engineering, dan matematika. Program tersebut juga mencakup pengembangan pendidikan kedokteran guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Pemerintah menilai penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Oleh karena itu, Presiden meminta laporan perkembangan pembangunan kampus-kampus tersebut, termasuk kesiapan infrastruktur, kurikulum, serta kerja sama akademik dengan berbagai pihak.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait bidang STEM serta pendidikan kedokteran menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat,” kata Teddy.
Selain pembangunan kampus baru, Presiden juga membahas strategi peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri di Indonesia. Pemerintah ingin memastikan bahwa universitas-universitas nasional mampu bersaing dengan institusi pendidikan tinggi kelas dunia.
Dalam rapat tersebut, Presiden meminta agar kementerian terkait terus memperluas kerja sama dengan universitas ternama di berbagai negara. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mencakup pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan teknologi global.
Tidak hanya membahas sektor pendidikan, Presiden Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah. Dinamika geopolitik di wilayah tersebut dinilai memiliki dampak yang luas terhadap stabilitas global, termasuk pada kondisi ekonomi dan keamanan regional.
Menurut Teddy, Presiden ingin memastikan pemerintah memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan geopolitik tersebut sehingga dapat mengambil langkah antisipatif jika diperlukan.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik yang berdampak secara global dan regional,” jelas Teddy.
Dalam rapat yang sama, Presiden juga menyoroti perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang menempuh studi di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan Indonesia terhadap pengembangan sumber daya manusia Palestina.
Teddy menjelaskan bahwa program tersebut telah berjalan sejak Presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022. Saat itu, Prabowo mengundang sekitar 20 hingga 40 pelajar Palestina setiap tahun untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Hingga saat ini, jumlah mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia melalui program tersebut telah mencapai hampir 200 orang. Pemerintah berharap program ini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Palestina di masa depan melalui peningkatan kapasitas generasi mudanya.
Selain membahas pendidikan dan geopolitik, Presiden juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat akan mulai meningkat dalam beberapa pekan ke depan, sehingga koordinasi antarinstansi perlu diperkuat.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek yang berkaitan dengan kelancaran mudik, termasuk kesiapan infrastruktur transportasi, pengamanan jalur mudik, serta langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idul Fitri juga menjadi perhatian Presiden,” ujar Teddy.
Rangkaian rapat strategis tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Melalui pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan berbagai agenda prioritas pemerintah. Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah berharap berbagai program yang dibahas dalam rapat tersebut dapat berjalan optimal, mulai dari penguatan pendidikan berbasis teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, hingga kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan melibatkan jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. (Sumber : Gerindra, Editor : KBO Babel)










