Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II, Investasi Capai Rp116 Triliun

Hilirisasi Digeber, Prabowo Luncurkan 13 Proyek Raksasa dari Kilang hingga Sawit

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi strategis nasional tahap kedua dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi, mineral, hingga pertanian sebagai bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional. Kamis (30/4/2026)

Peresmian pembangunan proyek dilakukan sebagai langkah percepatan industrialisasi berbasis sumber daya alam dalam negeri. Pemerintah menilai hilirisasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, membuka lapangan kerja, memperkuat industri domestik, dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut dimulainya tahap kedua proyek hilirisasi sebagai momentum bersejarah yang membanggakan.

“Menurut pendapat saya ini cukup bersejarah dan sangat membanggakan yaitu groundbreaking hilirisasi tahap kedua, yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi senilai kurang lebih Rp116 triliun,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, proyek tersebut terdiri atas lima proyek sektor energi, lima proyek sektor mineral, serta tiga proyek sektor pertanian dan agroindustri.

Prabowo menegaskan bahwa program hilirisasi merupakan jalan utama menuju kebangkitan ekonomi Indonesia. Dengan mengolah kekayaan alam di dalam negeri, Indonesia diyakini dapat memperoleh manfaat ekonomi jauh lebih besar dibanding hanya menjual bahan mentah.

Ia juga menekankan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya akan melanjutkan serta memperkuat fondasi pembangunan yang telah diletakkan para presiden sebelumnya.

“Kita lakukan di banyak bidang. Dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin, yang kita lakukan adalah memperkuat pondasi yang sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu,” katanya.

Proyek-proyek strategis tersebut akan dikelola melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai instrumen negara dalam mendorong investasi dan pengembangan industri nasional.

Berikut rincian 13 proyek hilirisasi strategis nasional tahap kedua:

Sektor Energi

  1. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah
    Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar nasional dan memperkuat ketahanan energi.
  2. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau
    Kilang ini diharapkan mendukung pasokan energi wilayah barat Indonesia serta menekan impor BBM.
  3. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur
    Fasilitas penyimpanan ini akan memperkuat distribusi bahan bakar di kawasan Kalimantan.
  4. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua
    Proyek ini penting untuk menjaga stabilitas suplai energi di wilayah timur Indonesia.
  5. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, Nusa Tenggara Timur
    Dibangun guna memperluas jangkauan logistik energi di kawasan kepulauan timur.

Sektor Mineral dan Industri Berat

  1. Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan
    DME akan digunakan sebagai substitusi LPG impor sehingga berpotensi menghemat devisa negara.
  2. Fasilitas Manufaktur Stainless Steel berbasis Nikel di Morowali, Sulawesi Tengah
    Indonesia ingin memperkuat rantai industri logam berbasis nikel bernilai tambah tinggi.
  3. Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten
    Proyek ini mendukung kebutuhan baja nasional untuk infrastruktur dan manufaktur.
  4. Pengembangan Ekosistem dan Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat
    Langkah ini diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya aspal alam dari Pulau Buton.
  5. Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik, Jawa Timur
    Pengolahan tembaga dan emas di dalam negeri diharapkan meningkatkan penerimaan negara serta ekspor produk jadi.

Sektor Pertanian dan Agroindustri

  1. Pengolahan Minyak Sawit menjadi Produk Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara
    Industri ini akan memperluas penggunaan sawit menjadi produk pangan dan energi terbarukan.
  2. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah, Maluku
    Pala akan diolah menjadi bahan baku industri makanan, farmasi, dan kosmetik.
  3. Fasilitas Terpadu Kelapa di Maluku Tengah, Maluku
    Produk yang dihasilkan mencakup Medium Chain Triglyceride (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif.

Presiden menilai penyebaran proyek di berbagai daerah menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan nasional. Tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, proyek hilirisasi juga menjangkau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, hingga Maluku.

Pemerintah berharap proyek-proyek tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.

Dengan total investasi Rp116 triliun, gelombang kedua proyek hilirisasi ini menjadi salah satu agenda ekonomi terbesar pada awal pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah optimistis langkah tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membawa Indonesia keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah menuju negara industri maju berbasis sumber daya sendiri. (Sumber : wartaekonomi.co.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed