Program Pangkalpinang Bersih Mulai Jalan, Empat Pasar Jadi Fokus Utama

Pemkot Pangkalpinang Libatkan OPD Bersihkan Pasar Rakyat

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mulai mematangkan rencana aksi pembersihan empat pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaan Pemkot Pangkalpinang. Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna di Smart Room Center, Lantai II Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (30/12/2025). Rabu (31/12/2025)

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari implementasi Program Pangkalpinang Bersih, sebuah program strategis Pemkot Pangkalpinang yang berfokus pada peningkatan kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kota, khususnya di kawasan pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

banner 336x280

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, yang akrab disapa Prof Udin, menegaskan bahwa pasar tradisional merupakan ruang publik yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kebersihan dan penataan pasar harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat.

“Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat dan ruang publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat. Sudah seharusnya kebersihan dan kenyamanannya kita jaga bersama. Pemkot melalui OPD terkait akan melakukan aksi pembersihan pasar secara terencana dan terpadu,” ujar Prof Udin.

Empat pasar tradisional yang masuk dalam agenda pembersihan tersebut meliputi Pasar Besar, Pasar Pagi, Pasar Rumput, serta Pasar Perumnas atau Diporlalang. Keempat pasar ini dinilai membutuhkan perhatian khusus karena aktivitas perdagangan yang tinggi serta akumulasi sampah dan material sisa yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Prof Udin menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan akan melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ditunjuk sebagai koordinator utama kegiatan, dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur kecamatan dan kelurahan setempat.

“Aksi pembersihan ini akan dilaksanakan secara gotong royong. Tidak bersifat sekali selesai, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal,” jelasnya.

Menurut Prof Udin, pembersihan pasar direncanakan berlangsung minimal dua bulan sekali, di luar aktivitas rutin pengangkutan sampah harian yang selama ini telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Adapun fokus penanganan mencakup pembersihan sampah non-organik, material bekas yang menumpuk, serta normalisasi saluran air di kawasan pasar guna mencegah genangan dan bau tidak sedap.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga berencana melakukan koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk penyediaan fasilitas hidran di kawasan pasar. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan sebagai sarana penyiraman area pasar, terutama pada saat kegiatan pembersihan massal dilakukan.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Program Pangkalpinang Bersih. Ia menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif pedagang dan masyarakat.

“Keterlibatan pedagang sangat penting. Tanpa kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan, upaya pemerintah tidak akan maksimal. Kami berharap para pedagang dapat ikut menjaga lapak dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Prof Udin juga menyampaikan harapannya agar kegiatan pembersihan pasar ini dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Pasar yang bersih, tertata, dan nyaman diyakini akan meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.

“Jika pasar bersih dan nyaman, pembeli akan betah, pedagang juga diuntungkan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga peningkatan kualitas ekonomi rakyat,” tegasnya.

Melalui Program Pangkalpinang Bersih, Pemkot Pangkalpinang berkomitmen menjadikan pasar tradisional sebagai ruang publik yang sehat, nyaman, dan berdaya saing. Dengan langkah terencana dan kolaboratif, Pemkot berharap wajah pasar rakyat di Pangkalpinang semakin tertata dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat kota. (Sumber : Era News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *