KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, setelah hasil mengecewakan yang diraih Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh PSSI pada Kamis (15/10/2025) melalui mekanisme mutual termination atau kesepakatan bersama. Jum’at (17/10/2025)
Kluivert diketahui telah memimpin Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan internasional, namun performa skuad Garuda dinilai belum memenuhi ekspektasi federasi maupun publik. Kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak pada fase keempat kualifikasi menjadi alasan utama di balik pemutusan kerja sama tersebut.
“Kesepakatan ini ditandatangani antara PSSI dan para pihak di tim kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama berdurasi dua tahun,” tulis pernyataan resmi PSSI.
Federasi menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap performa tim serta arah pengembangan sepak bola nasional ke depan.
“Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” lanjut PSSI dalam keterangan tertulisnya.
Terima Kasih untuk Kluivert
Dalam pernyataan yang sama, PSSI menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan profesionalisme Kluivert selama menangani tim nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan tim atas komitmen serta kerja keras yang telah mereka tunjukkan. Semangat dan kehadiran mereka di Indonesia akan selalu dikenang dengan rasa hormat,” tulis PSSI.
Pihak federasi juga berharap Kluivert dapat meraih kesuksesan dalam karier kepelatihannya ke depan.
“Kami mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya,” imbuhnya.
Dengan berakhirnya masa kerja Kluivert, seluruh staf pelatih asing yang tergabung dalam tim kepelatihan juga resmi dilepas oleh federasi. Mereka tidak lagi menangani Timnas Indonesia Senior, U-23, maupun U-20.
Evaluasi Kinerja dan Arah Baru Sepak Bola Nasional
Sejak ditunjuk pada pertengahan 2024, Kluivert diharapkan mampu membawa gaya permainan modern serta disiplin taktik ke dalam skuad Garuda. Namun, dari delapan laga yang dijalani, Indonesia hanya mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan.
Hasil ini dinilai belum mampu memenuhi target PSSI untuk menembus fase akhir kualifikasi Piala Dunia serta menjaga peringkat FIFA yang stabil di zona Asia Tenggara.
Sumber internal federasi menyebut, langkah pemutusan kerja sama ini merupakan bagian dari restrukturisasi proyek Timnas 2026–2030, yang menitikberatkan pada regenerasi pemain, peningkatan kompetisi domestik, dan perbaikan sistem pelatihan nasional.
“PSSI sedang mempersiapkan arah baru dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional agar lebih berkelanjutan dan berbasis sistem,” ungkap seorang pejabat federasi yang enggan disebutkan namanya.
Kluivert Pulang ke Belanda
Usai kekalahan di Jeddah, Arab Saudi, Kluivert bersama stafnya langsung bertolak ke Belanda. Kepergiannya menandai akhir dari masa kerja yang singkat bersama Timnas Indonesia.
Selama melatih di Indonesia, Kluivert sempat mendapat apresiasi atas pendekatan taktikal dan kedisiplinan latihan yang ia terapkan. Namun, tekanan hasil dan ekspektasi tinggi publik sepak bola Indonesia menjadi tantangan berat yang tak mudah ia hadapi.
Dengan keputusan ini, PSSI akan segera mengumumkan pelatih baru yang akan menangani Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Federasi menargetkan pelatih pengganti memiliki visi jangka panjang dan mampu mengoptimalkan potensi pemain lokal di kompetisi nasional maupun internasional.
“Transformasi sepak bola Indonesia harus terus berjalan. Kami ingin memastikan Timnas tetap berkembang dalam arah yang benar,” tutup pernyataan resmi PSSI. (Sumber : Waspada Online, Editor : KBO Babel)










