PT TIMAH Buka Jalan Menuju Masa Depan, Puluhan Pelajar Berprestasi Ikuti Program Kelas Beasiswa

Dari Mimpi Menuju Prestasi, Kelas Beasiswa PT TIMAH Antar Puluhan Pelajar Menggapai Cita-cita

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Meninggalkan keluarga di usia belia bukanlah keputusan yang mudah. Namun, demi mengejar pendidikan yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita, sebanyak 36 pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Provinsi Riau memilih melangkahkan kaki menuju Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk di SMAN 1 Pemali di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Senin (13/7/2026)

Di balik koper yang mereka bawa, tersimpan harapan besar, doa orang tua, dan impian yang ingin diwujudkan melalui program Kelas Beasiswa PT TIMAH, sebuah program beasiswa pendidikan yang telah membuka jalan bagi banyak generasi muda berprestasi untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

banner 336x280

Salah satunya adalah Kirana, siswi asal SMP Negeri 1 Selat Nasik, Kabupaten Belitung. Putri dari seorang nelayan di Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik itu mengaku termotivasi mengikuti program ini karena ingin memperluas wawasan sekaligus membangun relasi yang dapat menunjang pendidikannya.

“Cita-cita saya ingin menjadi guru. Saya ingin belajar lebih banyak dan mendapatkan lingkungan yang bisa membantu saya berkembang,” ujarnya saat menghadiri kegiatan serah terima peserta didik baru Kelas Beasiswa PT TIMAH pada SMAN 1 Pemali, pekan lalu.

Meski harus berpisah dengan keluarga, Kirana memahami keputusan itu demi masa depannya. Ia mengaku sempat sedih dan harus menyiapkan mental untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di asrama.

“Saya sedih karena baru pertama kali jauh dari orang tua. Ayah dan ibu juga sedih, tetapi mereka selalu bilang harus semangat karena kondisi ekonomi keluarga memang terbatas. Pesan mereka sederhana, supaya saya baik-baik dengan teman-teman dan fokus belajar,” katanya.

Kirana berharap program Kelas Beasiswa PT TIMAH dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak anak-anak berprestasi dari keluarga sederhana memiliki kesempatan mengenyam pendidikan terbaik.

Harapan serupa disampaikan Nindy Syahputri, siswi asal MTsN Karimun, Kepulauan Riau. Ia mengetahui program tersebut dari teman sang kakak yang pernah menjadi lulusan program Kelas Beasiswa PT TIMAH.

Keinginan menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan mampu membanggakan orang tua menjadi alasan terbesarnya mengikuti seleksi.

“Saya ingin lebih fokus belajar, mengembangkan potensi diri, dan suatu hari nanti bisa menjadi guru yang bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Nindy yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara mengaku keluarganya sangat mendukung keputusan tersebut. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Orang tua bilang saya harus mencoba. Kalau memang rezeki pasti berhasil. Saya memang sedih karena belum pernah sejauh ini dari mereka, tetapi ini untuk masa depan,” ujarnya.

Sebelum berangkat ke Bangka, orang tuanya berpesan agar selalu menjaga sikap, menghormati orang lain, dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada PT TIMAH yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Pemali Boarding School.

“Program ini sangat membantu keluarga kami dan menjadi jalan saya untuk meraih cita-cita,” katanya.

Semangat yang sama juga dimiliki Aqila Mumtaz, lulusan SMP Negeri 2 Pangkalpinang. Ia mengaku tidak pernah menyangka dapat lolos setelah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes akademik hingga psikotes.

“Bagi saya ini luar biasa. Awalnya hanya mencoba, ternyata bisa lolos. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini,” ucapnya.

Aqila menargetkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri impiannya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan bercita-cita menjadi seorang diplomat.

Menurutnya, beasiswa ini menjadi kesempatan emas untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Semoga saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh, masuk PTN impian, dan suatu saat nanti menjadi diplomat,” katanya penuh optimistis.

Sementara itu, M. Afiq Arsyad, lulusan SMP Negeri 3 Rangsang, Kepulauan Meranti, mengaku mengikuti program ini setelah mendapat rekomendasi dari sekolah.
Putra dari seorang petani itu mengatakan kesempatan belajar di Pemali Boarding School menjadi jawaban atas keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Orang tua saya usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka tetap mendukung saya walaupun harus jauh dari rumah. Bahkan ini pertama kalinya saya naik pesawat,” ujarnya sambil tersenyum.

Afiq bercita-cita menjadi seorang guru. Ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan belajar di SMAN 1 Pemali untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Saya berharap PT TIMAH terus melanjutkan program ini karena sangat membantu anak-anak berprestasi seperti saya. Semoga saya bisa belajar dengan baik dan mengukir prestasi di sini,” tuturnya. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *