Puluhan Rumah di Manggar Terendam Banjir Rob, BPBD Beltim Imbau Warga Waspada

Pasang Tinggi Laut Sebabkan Puluhan Rumah di Manggar Terendam Banjir Rob

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (MANGGAR) – Puluhan rumah di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), terendam banjir rob pada Senin (10/11/2025). Fenomena ini terjadi akibat kombinasi air laut pasang tinggi dan curah hujan yang meningkat, sehingga memicu genangan di permukiman warga. Selasa (11/11/2025)

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Beltim, Robbi Yanuar, menjelaskan air pasang tinggi mulai terjadi pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Akibatnya, beberapa kawasan permukiman terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.

banner 336x280

“Ada di beberapa lokasi yang terdampak, yaitu di Jalan Sulawesi Dusun Arab I dengan 17 rumah terdampak, di Dusun Kurnia belakang SDN 15 Manggar Desa Kurnia 10 rumah terdampak, serta di kawasan Minapolitan Desa Baru sebanyak 25 rumah terdampak,” ujar Robbi kepada wartawan.

Menurut Robbi, banjir rob di wilayah Manggar diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat hari ke depan. Hal ini disebabkan kondisi air laut yang terus pasang tinggi, terutama jika bersamaan dengan hujan deras, sehingga meningkatkan risiko genangan air di permukiman warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih ekstra waspada, terutama jika air pasang tinggi bersamaan dengan hujan, karena dapat menyebabkan genangan semakin tinggi,” kata Robbi. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan warga terhadap keselamatan diri dan keluarga, serta menjaga keamanan peralatan rumah tangga.

BPBD Beltim juga memberikan imbauan kepada warga untuk mengamankan kabel dan peralatan elektronik agar tidak rusak atau menimbulkan bahaya saat air masuk ke rumah. “Kami terus memantau situasi melalui petugas di lapangan secara terjadwal, dan saat ini sedang menyiapkan bantuan logistik bagi rumah tangga yang terdampak,” tambahnya.

Fenomena banjir rob sendiri menjadi hal yang rutin terjadi di wilayah pesisir Belitung Timur. Banjir ini umumnya muncul ketika terjadi kombinasi antara pasang laut tinggi dan curah hujan yang meningkat. Kondisi ini menimbulkan genangan di pemukiman yang berada di dataran rendah dan dekat pesisir.

Selain memberikan imbauan, BPBD Beltim juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi dampak banjir. Tim lapangan dikerahkan untuk melakukan pemantauan, memberikan informasi kepada warga, dan menyiapkan bantuan logistik, seperti air bersih, makanan siap saji, dan peralatan darurat.

Robbi menegaskan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir harus tetap siaga. Warga diminta untuk segera melaporkan kondisi darurat ke posko BPBD terdekat agar penanganan cepat dapat dilakukan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas kami. Setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan,” ujarnya.

Fenomena banjir rob ini mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap perubahan cuaca dan pasang laut. Masyarakat juga diharapkan aktif menjaga lingkungan sekitar, seperti membersihkan saluran air agar aliran genangan dapat tersalur dengan baik dan meminimalkan dampak terhadap rumah dan fasilitas umum.

Dengan langkah-langkah mitigasi yang terus dilakukan, BPBD Beltim berharap masyarakat dapat lebih waspada dan mampu menghadapi banjir rob secara mandiri sambil menunggu bantuan resmi dari pemerintah daerah. (Sumber : Belitong.Ekspres.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *