Sehari Dua Kali Kebakaran, 51,5 Hektare Lahan di Bangka Dilalap Api

Cuaca Panas Picu Kebakaran, Puluhan Hektare Lahan di Bangka Terbakar

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Kebakaran lahan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Juli 2026. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka mencatat sebanyak 51,5 hektare lahan terbakar hanya dalam kurun waktu 20 hari, terhitung sejak 2 hingga 21 Juli 2026. Jum’at (24/7/2026)

Luas lahan yang terbakar tersebut mengalami lonjakan dibandingkan dengan kondisi pada bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan kejadian kebakaran lahan menjadi perhatian serius karena kondisi cuaca panas dan kering dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan yang ditumbuhi semak belukar dan vegetasi kering.

banner 336x280

Kepala Bidang Damkar dan Satpol PP Kabupaten Bangka, Essy Yanuar, mengatakan kebakaran lahan dalam beberapa pekan terakhir terjadi secara masif di sejumlah wilayah. Sedikitnya terdapat empat kecamatan yang menjadi lokasi utama kejadian kebakaran, yakni Kecamatan Sungailiat, Riausilip, Merawang, dan Pemali.

Dari empat wilayah tersebut, Kecamatan Sungailiat dan Merawang menjadi daerah dengan tingkat kerusakan paling parah. Kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan yang jauh dari permukiman, tetapi juga melanda sejumlah lahan kering yang berada di sekitar destinasi wisata dan jalur transportasi penting.

“Lahan-lahan kering yang terbakar didominasi kawasan di sekitar destinasi wisata pantai serta jalur vital, termasuk Jalan Lintas Timur dan kawasan Matras,” kata Essy, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, intensitas kebakaran juga terbilang cukup tinggi. Dalam sehari, rata-rata terjadi satu hingga dua kejadian kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bangka. Sementara itu, luas lahan yang terbakar dalam setiap insiden umumnya berkisar antara 0,5 hingga 1,5 hektare.

Namun, terdapat sejumlah kejadian yang menyebabkan kebakaran meluas hingga beberapa hektare. Salah satu insiden terbesar terjadi di kawasan Matras, Kecamatan Sungailiat. Dalam satu kejadian, api menghanguskan lahan seluas sekitar empat hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani. Terlebih, keberadaan vegetasi kering dan kondisi cuaca panas dapat membuat api lebih mudah menjalar dari satu titik ke wilayah lainnya.

Essy menyebut terdapat dua faktor utama yang menjadi perhatian dalam peningkatan kasus kebakaran lahan. Pertama, aktivitas masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama ketika dilakukan saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.

Faktor kedua adalah kelalaian pengguna jalan yang membuang sumber api secara sembarangan. Puntung rokok yang masih menyisakan bara dapat menjadi pemicu kebakaran ketika dibuang ke area lahan yang kering.

“Kami terus mengimbau seluruh warga tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka kebun di tengah cuaca ekstrem. Selanjutnya, pengendara yang melintas diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang masih menyisakan bara api,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Damkar Kabupaten Bangka memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam. Setiap laporan kebakaran yang masuk akan segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan petugas ke lokasi kejadian.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area yang lebih luas, terutama kawasan yang berdekatan dengan permukiman, fasilitas umum, kawasan wisata, maupun jalur transportasi.

“Tim Damkar kami gerak cepat padamkan api agar tidak meluas. Kami mendesak masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring potensi cuaca panas yang masih akan berlangsung,” tegas Essy.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.

Dengan luas lahan yang terbakar telah mencapai 51,5 hektare hanya dalam 20 hari, kewaspadaan seluruh pihak menjadi penting untuk mencegah bertambahnya titik kebakaran. Kolaborasi antara masyarakat dan petugas di lapangan diharapkan dapat menekan risiko kebakaran lahan sekaligus mencegah dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan keselamatan warga.

Pemerintah daerah melalui Damkar dan Satpol PP Kabupaten Bangka juga terus mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran terbuka selama kondisi cuaca panas dan kering masih berlangsung. Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama untuk mengendalikan potensi kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bangka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed