Selat Hormuz Memanas, Iran Sebut Dua Tanker Minyak Meledak Saat Lintasi Zona Ranjau

Iran Peringatkan Kapal Dagang Menjauh dari Selat Hormuz Usai Dua Tanker Dilaporkan Meledak

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (TEHERAN) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengklaim dua kapal tanker minyak meledak dan terbakar saat melintasi perairan Selat Hormuz, Jumat (17/7/2026). Sabtu (18/7/2026)

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars News Agency, IRGC menyebut kedua kapal tersebut diduga memasuki kawasan ladang ranjau di bagian selatan Selat Hormuz sehingga mengalami ledakan hebat dan terbakar.

banner 336x280

Menurut IRGC, kedua kapal itu diduga terdorong memasuki wilayah berbahaya tersebut setelah mendapat arahan dari badan intelijen Amerika Serikat (AS). Namun, tuduhan tersebut hingga kini belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

IRGC juga tidak mengungkap identitas kapal tanker yang mengalami insiden tersebut. Informasi mengenai negara bendera kapal, perusahaan pemilik, tujuan pelayaran, maupun jumlah awak kapal juga belum dipublikasikan.

Selain itu, belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan korban jiwa ataupun kondisi awak kapal setelah peristiwa tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat konfirmasi dari otoritas maritim internasional maupun pemerintah negara lain terkait klaim yang disampaikan Iran.

Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan kondisi Selat Hormuz saat ini masih berada dalam situasi yang sangat berbahaya dan pada praktiknya tidak aman untuk dilalui kapal-kapal komersial.

Iran memperingatkan bahwa jalur pelayaran tersebut masih menghadapi ancaman serius akibat meningkatnya aktivitas militer di kawasan.

IRGC bahkan mengimbau seluruh kapal dagang, kapal tanker minyak, maupun kapal pengangkut komoditas lainnya untuk tidak memasuki kawasan Selat Hormuz sampai situasi keamanan benar-benar dinyatakan pulih.

Menurut IRGC, pelayaran di kawasan tersebut berisiko tinggi menimbulkan kerusakan kapal serta mengancam keselamatan awak kapal.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC juga menyebut ekspor minyak mentah, gas alam, dan pupuk kimia melalui Selat Hormuz diperkirakan akan terus mengalami gangguan selama operasi militer Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung.

Peringatan tersebut diperkirakan akan kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar energi global terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi penghubung antara Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Setiap hari, jutaan barel minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara produsen utama di kawasan Teluk dikirim melalui jalur sempit tersebut menuju berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.

Karena perannya yang sangat vital, setiap gangguan keamanan di Selat Hormuz hampir selalu memengaruhi harga minyak dunia serta memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global.

Insiden yang diklaim terjadi terhadap dua kapal tanker tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Hubungan kedua negara kembali memburuk setelah serangkaian insiden militer yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi itu berkembang meskipun sebelumnya kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman yang difasilitasi Pakistan sebagai upaya menurunkan eskalasi konflik.

Namun hingga kini, berbagai insiden di kawasan masih terus terjadi sehingga memunculkan keraguan terhadap efektivitas kesepakatan tersebut.

Pengamat menilai apabila situasi keamanan di Selat Hormuz terus memburuk, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi perdagangan internasional, rantai pasok energi, serta stabilitas ekonomi global.

Sementara itu, komunitas internasional masih menunggu konfirmasi independen mengenai insiden yang diklaim Iran tersebut, termasuk penyebab pasti ledakan, identitas kapal, serta kondisi para awak kapal yang berada di lokasi saat kejadian. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *