
KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jumat (13/03/2026). Sidang tersebut membahas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memastikan kesiapan nasional menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Sabtu (14/3/2026)
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan telah memasuki hari ke-23 dan umat Islam akan segera menyambut Hari Raya Idulfitri dalam waktu sekitar satu pekan ke depan. Kepala Negara berharap seluruh ibadah yang dijalankan umat Islam selama Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT.

“Kita sudah memasuki hari ke-23 di bulan suci Ramadan ini, dan tujuh hari lagi kita akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah Swt., dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan mendatang bagi umat Islam,” ujar Presiden dalam arahannya di hadapan para menteri Kabinet.
Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi forum penting bagi pemerintah untuk memastikan seluruh aspek pelayanan publik menjelang Idulfitri berjalan dengan baik. Berbagai sektor strategis yang menjadi perhatian pemerintah antara lain stabilitas harga bahan pokok, kelancaran arus mudik, kesiapan transportasi, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa momentum Idulfitri merupakan salah satu periode penting bagi masyarakat Indonesia, sehingga pemerintah harus memastikan seluruh persiapan dilakukan secara maksimal. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja secara terkoordinasi agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Selain membahas kesiapan menghadapi Idulfitri, Presiden juga menyoroti pentingnya menjaga nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia mengapresiasi sikap masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang telah menunjukkan saling menghormati selama bulan Ramadan.
Menurut Presiden, toleransi dan kebersamaan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. Ia menilai masyarakat Indonesia telah menunjukkan contoh yang baik dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.
“Saya juga ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita yang beragama lain, yang telah menghormati bulan Ramadan dengan baik. Ini selalu adalah kebanggaan dan keunggulan bangsa Indonesia, yaitu kita melaksanakan ibadah agama kita masing-masing dalam suasana kerukunan, kekeluargaan, dan saling menghormati,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat berkesan saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama yang digelar di Malang, Jawa Timur. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi contoh nyata semangat toleransi dan solidaritas yang terbangun di tengah masyarakat.
Presiden menuturkan bahwa sejumlah gereja di Kota Malang bahkan membuka halaman mereka untuk membantu para jamaah yang menghadiri acara tersebut. Hal itu menunjukkan tingginya semangat persaudaraan dan saling membantu antarumat beragama di Indonesia.
“Di situ oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa gereja-gereja di Malang membantu membuka halamannya, mempersilahkan warga NU tidur di halaman gereja, memberi lapangan parkirnya. Inilah keunggulan kita, kebaikan kita, kekuatan kita. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda satu. Ini harus kita jaga,” ujar Presiden.
Selain isu keagamaan dan sosial, Presiden Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah dalam menangani dampak bencana di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja cepat berbagai unsur pemerintah dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana.
Presiden menyebut salah satu contoh keberhasilan tersebut adalah pembangunan ratusan jembatan yang rusak akibat bencana alam dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
“Tadi baru saja kita lihat video klip sebentar apa yang dilaksanakan oleh Satgas Jembatan, 218 jembatan dalam 2,5 bulan. Ini menunjukkan reaksi cepat tanggap kehadiran pemerintah,” ucap Presiden.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga relawan yang terlibat langsung di lapangan.
Presiden juga memberikan penghargaan khusus kepada jajaran pemerintah yang tergabung dalam satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi bencana. Dalam hal ini, ia menyoroti peran Menteri Dalam Negeri yang memimpin koordinasi penanganan di lapangan.
“Atas nama negara, bangsa dan sebagai Presiden, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi sampaikan penghargaan saya dan terima kasih saya kepada semua unsur di lapangan yang telah bekerja keras,” ujar Presiden.
Melalui Sidang Kabinet Paripurna tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti Idulfitri.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi, baik dari sisi stabilitas ekonomi, keamanan, maupun pelayanan publik, sehingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia. (Sumber : BPMI Setpres)









