
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pasokan minyak goreng di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditambah sebanyak 325 ton menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Penambahan ini dilakukan oleh para pelaku usaha guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. Sabtu (14/3/2026)
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengatakan penambahan pasokan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

“Penambahan pasokan ini untuk memperkuat stok minyak goreng menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini,” kata Subekti, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelum adanya tambahan pasokan, stok minyak goreng yang tersedia di gudang distributor di wilayah Bangka Belitung tercatat sebanyak 139,6 ton. Stok tersebut tersebar di 12 gudang distributor yang melayani kebutuhan pasar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Dengan tambahan pasokan sebanyak 325 ton, maka total stok minyak goreng yang tersedia pada pekan ini mencapai sekitar 464,6 ton.
Menurut Subekti, jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode menjelang Lebaran, termasuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
“Kami dapat pastikan stok minyak goreng mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat menyambut Idulfitri tahun ini,” ujarnya.
Pemerintah daerah melalui Disperindag juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan harga minyak goreng di pasar tradisional maupun pasar modern. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan barang maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga minyak goreng di tingkat pedagang eceran masih relatif stabil meskipun permintaan mulai meningkat.
Untuk minyak goreng kemasan premium, harga tercatat berada di kisaran Rp19.333 per liter. Sementara itu, minyak goreng merek Minyakita yang merupakan produk subsidi pemerintah dijual dengan harga sekitar Rp15.700 per liter.
Menurut Subekti, kenaikan permintaan minyak goreng memang mulai terlihat sejak pertengahan Ramadan. Hal ini merupakan pola yang umum terjadi setiap tahun menjelang perayaan Idulfitri.
“Saat ini permintaan minyak goreng ini sudah mulai mengalami peningkatan dan diperkirakan terus meningkat hingga H-1 Lebaran Idulfitri nanti,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meningkatnya kebutuhan minyak goreng biasanya dipicu oleh aktivitas masyarakat yang semakin tinggi menjelang Lebaran, seperti memasak hidangan khas, membuat kue, hingga persiapan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan distribusi minyak goreng di Bangka Belitung masih berjalan lancar hingga saat ini.
Subekti juga menjelaskan bahwa kebutuhan minyak goreng di provinsi tersebut sebagian besar masih dipasok dari luar daerah. Hal ini disebabkan belum adanya pabrik pengolahan minyak goreng di wilayah Bangka Belitung.
Akibatnya, pasokan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari sejumlah daerah penghasil minyak goreng di Indonesia.
“Pemenuhan kebutuhan minyak goreng di daerah ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena belum ada pabrik pengolahan minyak goreng di wilayah Bangka Belitung,” jelasnya.
Meskipun bergantung pada pasokan dari luar daerah, Subekti memastikan distribusi minyak goreng hingga saat ini tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ia juga menyebut para pelaku usaha terus melakukan pengiriman minyak goreng secara berkelanjutan guna memastikan stok di pasaran tetap terjaga.
“Alhamdulillah, hingga saat ini pasokan minyak goreng masih berjalan lancar dan diperkirakan stok kebutuhan pokok masyarakat ini akan terus bertambah, karena pelaku usaha melakukan pemasokan minyak goreng secara kontinyu,” tuturnya.
Pemerintah daerah berharap ketersediaan stok yang cukup serta distribusi yang lancar dapat menjaga stabilitas harga minyak goreng selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa mengalami kesulitan. (Sumber : Metro TV, Editor : KBO Babel)









