Stok CBPD Pangkalpinang Tersisa 18 Ton, Penyaluran Menunggu Arahan Wali Kota

Cadangan Beras Menipis, Pemkot Pangkalpinang Siap Salurkan Jika Kondisi Mendesak

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan stok cadangan beras pemerintah daerah (CBPD) masih tersimpan aman sebanyak 18 ton di gudang Bulog Cabang Bangka. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan apakah sisa beras tersebut akan kembali disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) menjelang akhir tahun 2025. Sabtu (29/11/2025)

Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan bahwa mekanisme penyaluran CBPD sepenuhnya menunggu instruksi dari kepala daerah. Ia menegaskan, keputusan pendistribusian tidak bisa dilakukan secara spontan karena harus mempertimbangkan berbagai aspek kebutuhan masyarakat dan urgensi situasi yang ada.

banner 336x280

“Sekarang masih sisa 18 ton. Untuk disalurkan, kita masih menunggu instruksi dari kepala daerah, mau dikeluarkan atau tidak,” kata Yiyi, Jumat (28/11/2025).

Ia menjelaskan, ketersediaan cadangan beras tersebut menjadi bagian dari upaya daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memastikan stabilitas harga bahan pokok, terutama beras yang menjadi komoditas utama bagi masyarakat. CBPD juga berfungsi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keadaan darurat, termasuk bencana alam, lonjakan kebutuhan masyarakat, maupun kondisi sosial ekonomi yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Pada Oktober 2025 lalu, Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyalurkan sebanyak 25 ton cadangan beras kepada KPM yang tersebar di berbagai wilayah. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari program rutin penguatan cadangan pangan daerah sekaligus wujud perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.

Terkait sisa cadangan yang masih berada di gudang Bulog, Yiyi menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan berkala sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapan distribusi apabila sewaktu-waktu diperlukan. Termasuk mengevaluasi kemungkinan realisasi penyaluran jelang akhir tahun, bergantung pada keputusan Wali Kota Pangkalpinang.

“Apakah nanti kita keluarkan untuk di akhir tahun, akan kita koordinasikan lebih lanjut. Karena cadangan pangan tinggal 18 ton yang memang seharusnya dikeluarkan jika sangat diperlukan,” ujarnya.

Menurut Yiyi, cadangan beras pemerintah daerah disiapkan bukan hanya sebagai stok biasa, melainkan sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan yang harus dikelola secara efektif dan tepat sasaran. Oleh sebab itu, penggunaan cadangan tersebut harus memperhatikan tingkat kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah, termasuk potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Ia juga menekankan bahwa penyaluran CBPD tidak dapat dilakukan sembarangan tanpa kajian matang. Pemerintah harus memastikan bahwa penyaluran dilakukan pada saat yang paling tepat dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang kini terus melakukan koordinasi dengan Bulog serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan distribusi apabila sewaktu-waktu cadangan tersebut dibutuhkan,” tambahnya.

Dengan memasuki akhir tahun 2025 dan potensi meningkatnya kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah terus memantau kondisi pangan secara menyeluruh. Dispaper juga terus melakukan pengecekan stok CBPD agar mutu dan ketersediaan beras tetap terjaga hingga keputusan penyaluran ditetapkan oleh kepala daerah.

Keputusan penyaluran sisa 18 ton cadangan beras tersebut akan menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Pangkalpinang dalam menjaga stabilitas pangan daerah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di tengah situasi yang rawan terhadap perubahan ekonomi dan cuaca. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan siap disalurkan kapan pun diperlukan. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *