Sukarto pimpinan media online suratkabarterkini.co.id Terseret Kasus Pemerasan dan Laka Lantas Maut

Keluarga Korban Desak Polisi Usut Sukarto: Anak Kami Mati, Bukan Hanya Kasus Pemerasan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Malang benar nasib Sukarto (43), warga Air Itam, Pangkalpinang. Pria yang kerap mengaku sebagai wartawan sekaligus pimpinan media online suratkabarterkini.co.id ini kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kamis (28/8/2025).

Ia ditangkap Tim Buser Polres Bangka Barat atas kasus dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Barat.

banner 336x280

Penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat berupa rekening koran atas nama korban.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar Riansyah, menegaskan pihaknya telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan.

“Kasus ini kami tangani serius karena pelaku menggunakan identitas sebagai wartawan untuk menekan korban. Kami akan memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas,” tegasnya, Rabu (27/8/2025).

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menambahkan, pihaknya berkomitmen menindak tegas segala bentuk pemerasan yang meresahkan masyarakat.

“Tindakan pelaku mencoreng profesi pers. Kami ingin memberikan efek jera,” ujarnya.

Namun, bukan hanya kasus pemerasan yang menyeret nama Sukarto. Ia juga diduga terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang remaja berinisial Zi (15), pelajar SMA asal Desa Kace, Mendo Barat.

Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (20/8/2025) dini hari di depan pool Damri, Kelurahan Kampung Keramat, Pangkalpinang.

Mobil Sigra putih BN 1211 AC yang dikemudikan Sukarto menabrak motor korban hingga membuat korban koma sepekan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Keluarga korban mendesak kepolisian agar tidak hanya memproses kasus pemerasan, tetapi juga kasus kecelakaan maut tersebut.

Omar, paman korban, menilai Sukarto sama sekali tidak bertanggung jawab atas nasib keponakannya.

“Ponakan saya meninggal, tapi pelaku tidak peduli sedikit pun. Malah kami dengar dia sering konsumsi narkoba, kami minta polisi tes urine pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Efendi, ayah korban, menuntut keadilan. Ia berharap hukum tidak tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

“Anak saya sudah meninggal karena dia. Polisi jangan hanya proses pemerasan, kasus kecelakaan juga harus ditindak. Jangan sampai pelaku berlindung di balik status wartawan,” tegas Efendi dengan nada geram.

Kini, Sukarto mendekam di sel tahanan. Publik menanti langkah tegas kepolisian untuk mengusut tuntas kedua kasus yang menjeratnya, agar tidak ada lagi pihak yang merasa kebal hukum dengan mengatasnamakan profesi. (Mung Harsanto/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *