KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT)— Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Muliandy Nasution yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut di Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (10/1/2026) siang dan merenggut nyawa Muliandy di tempat kejadian perkara (TKP). Senin (12/1/2026)
Muliandy Nasution diketahui merupakan sosok penting di industri media nasional. Ia menjabat sebagai Commercial Director atau Direktur Komersial Garuda TV, salah satu jaringan televisi swasta nasional yang berada di bawah naungan PT Digdaya Media Nusantara. Kepergiannya secara mendadak tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan kolega di dunia pertelevisian.
Almarhum juga dikenal sebagai suami dari Ayu Dya Handari, desainer busana muslim ternama yang telah lama berkarya dan memiliki nama besar di Jakarta serta sejumlah kota besar di Indonesia. Ayu dikenal luas melalui rancangan busana muslim yang elegan dan sering tampil di berbagai ajang fashion nasional.
Kehidupan rumah tangga Muliandy dan Ayu selama ini dikenal harmonis. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua orang anak, seorang putra dan seorang putri, yang kini mulai beranjak dewasa. Kebersamaan keluarga kecil ini kerap dibagikan Ayu melalui akun Instagram pribadinya, @ayudyahandari.
Beberapa jam setelah kabar duka menyebar, Ayu Dya Handari mengunggah enam foto terakhir kebersamaannya dengan sang suami. Foto-foto tersebut memperlihatkan momen keluarga saat menjalankan ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi. Unggahan itu sontak mengundang perhatian dan empati warganet, karena menjadi kenangan terakhir Ayu bersama suami tercinta.
Dalam takarir unggahannya, Ayu menuliskan ungkapan syukur sekaligus doa yang sangat menyentuh hati. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT karena telah mengizinkan mereka memiliki kenangan indah terakhir bersama-sama di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, Allah ijinkan memory terakhir bersamamu indah sayangku. Alhamdulillah Allah beri kebahagiaan umroh sekeluarga lengkap untuk terakhir kalinya,” tulis Ayu.
Ia juga memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah suaminya diterima dan dosa-dosanya diampuni. Ungkapan duka tersebut mendapat ribuan komentar dari rekan sesama desainer, artis, hingga masyarakat umum yang turut menyampaikan belasungkawa.
Sementara itu, dari sisi kronologi kejadian, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Raya Pangkalpinang–Mentok, tepatnya di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menjelaskan, kecelakaan melibatkan satu unit mobil penumpang Nissan Serena warna abu-abu dengan nomor polisi B 2466 WBD dan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan kelapa sawit bernomor polisi BN 8879 RP.
Saat kejadian, mobil Nissan Serena yang ditumpangi korban melaju dari arah Kota Pangkalpinang menuju Mentok. Diduga, kendaraan tersebut berupaya mendahului kendaraan lain di depannya. Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju truk bermuatan sawit, sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindari.
“Korban atas nama Muliandy Nasution meninggal dunia di TKP akibat cedera kepala berat disertai luka robek di dahi, muka kanan, kepala bagian samping kanan, telinga kiri, serta bahu kanan,” ungkap Iptu Yos.
Selain korban meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah korban luka. Sopir Nissan Serena, Anisul Hakimi, mengalami luka berat berupa cedera kepala dan luka robek di bagian belakang kepala. Ia bersama korban lainnya langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi Colt Diesel bernama Ishariansyah (46), warga Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, hanya mengalami luka ringan berupa keseleo pada pergelangan kaki kanan.
Petugas Satlantas Polres Bangka Barat yang menerima laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan pengamanan TKP, evakuasi korban, serta pengaturan arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan akibat kecelakaan tersebut.
“Kehadiran cepat personel di lokasi merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan,” ujar Iptu Yos.
Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas maut di Bangka Barat dan menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam berkendara. Bagi keluarga, kepergian Muliandy Nasution meninggalkan duka mendalam, terlebih bagi sang istri dan anak-anak yang kini harus kehilangan sosok ayah dan suami tercinta.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, sebagai bentuk empati dan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)











