Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Tragis! Penambang Timah di Lubuk Besar Tewas Tertimbun Longsor Saat Bekerja

Tragis! Penambang Timah di Lubuk Besar Tewas Tertimbun Longsor Saat Bekerja

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Tragedi kecelakaan tambang kembali merenggut nyawa penambang di Kabupaten Bangka Tengah. Seorang penambang timah dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor di lokasi Tambang Inkonvensional (TI) Merapin 2, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Selasa (6/1/2026) sore. Rabu (7/1/2026)

Korban diketahui berinisial RF (36), warga Dusun Simpang, Desa Lubuk Besar. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat korban tengah bekerja di dalam lubang tambang atau camoi bersama rekan-rekannya.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, saat itu RF bekerja di bagian bawah lubang tambang bersama dua orang rekannya, sementara satu penambang lainnya berada di pondok untuk beristirahat. Tanpa peringatan panjang, dinding tanah di sekitar lubang tambang tiba-tiba runtuh.

“Korban sempat berteriak memperingatkan bahwa tanah akan longsor. Dua rekannya langsung berlari keluar dan berhasil menyelamatkan diri, namun korban tidak sempat menghindar dan langsung tertimbun,” ujar seorang saksi mata.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban segera berupaya melakukan pencarian dengan menggali secara manual menggunakan peralatan seadanya. Setelah dilakukan pencarian beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jenazah RF kemudian dievakuasi dari lokasi tambang untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Berikut identitas korban meninggal dunia:

  • Inisial: RF
  • Usia: 36 tahun
  • Alamat: Dusun Simpang RT 04, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor pertambangan timah ilegal maupun tradisional di Bangka Belitung. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meningkatkan pengawasan dan imbauan keselamatan kerja guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (Yopi/KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less