KBOBABEL.COM (MURATARA) – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Satu unit bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) hingga menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat. Kamis (7/5/2026)
Insiden tragis tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan akibat terjebak kobaran api. Selain korban jiwa, empat penumpang lainnya berhasil selamat meski mengalami luka bakar dan cedera serius.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi dengan membawa sejumlah penumpang.
Di waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki BBM yang dikemudikan dua orang awak kendaraan.
“Dari arah yang berlawanan terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur lawan karena hendak menghindari lubang di jalan, sehingga menabrak mobil tangki tersebut,” ujar Iin, Rabu (6/5/2026).
Benturan keras antara kedua kendaraan membuat bus dan truk tangki langsung terbakar. Api dengan cepat membesar diduga karena truk mengangkut bahan bakar minyak, sehingga proses evakuasi korban menjadi sangat sulit.
Warga sekitar bersama aparat kepolisian sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kobaran api yang membesar membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan, seluruh korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Siti Aisyah, Kota Lubuklinggau. Proses evakuasi berlangsung hingga sore hari karena kondisi korban yang hangus terbakar menyulitkan identifikasi.
“Sementara jenazah kita letakkan di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau. Besok Tim Laboratorium Forensik Polda Sumsel datang untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban,” katanya.
Karim mengungkapkan, dari total 16 korban meninggal dunia, sebanyak 14 orang merupakan penumpang dan awak bus ALS, sedangkan dua korban lainnya merupakan sopir serta kernet truk tangki BBM.
“Ada 16 jenazah yakni 14 di Bus ALS dan dua di truk tangki minyak. Korban meninggal terbakar semua,” jelasnya.
Selain korban tewas, polisi juga mencatat terdapat empat orang penumpang bus yang berhasil selamat. Namun kondisi sebagian korban cukup memprihatinkan karena mengalami luka bakar serius.
“Yang selamat ada empat orang, tiga orang mengalami luka bakar parah dan satu orang mengalami luka ringan. Saat ini mereka dirawat di RSUD Rupit,” ungkap Karim.
Hingga Rabu malam, aparat kepolisian baru berhasil mengidentifikasi lima korban meninggal dunia. Mereka yakni sopir Bus ALS bernama Alif, dua penumpang bus bernama M Fadli dan Saf, serta sopir truk tangki BBM bernama Yanto dan kernetnya Martini.
Sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan dan pencocokan oleh tim forensik.
“Untuk identitas korban lainnya belum diketahui. Besok dilakukan pemeriksaan oleh tim Labfor dan identifikasi lebih lanjut agar keluarga korban dapat segera mengetahui,” katanya.
Berdasarkan keterangan sementara dari kernet bus ALS yang selamat, sebelum tabrakan terjadi kendaraan sempat oleng ke arah kanan jalan. Diduga sopir berusaha menghindari lubang di badan jalan sehingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur lawan.
“Keterangan dari kernet bus yang selamat, bus sempat oleng ke kanan. Diduga menghindari lubang hingga akhirnya masuk ke jalur lawan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan,” jelas Karim.
Benturan yang terjadi di jalur nasional tersebut membuat arus lalu lintas sempat lumpuh total. Antrean kendaraan mengular dari dua arah akibat proses pemadaman api, evakuasi korban, dan pemindahan bangkai kendaraan yang hangus.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, serta warga sekitar berjibaku mengevakuasi korban dan membersihkan lokasi kejadian. Setelah proses evakuasi selesai, kedua kendaraan akhirnya dipindahkan dari badan jalan.
“Untuk saat ini kendaraan sudah dipindahkan dan arus lalu lintas di lokasi kejadian sudah kembali normal,” ujar Karim.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling tragis yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan sepanjang tahun 2026. Dugaan kondisi jalan yang berlubang kembali menjadi sorotan karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di jalur padat kendaraan seperti Jalinsum.
Polisi memastikan penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dan faktor pendukung lainnya. Sementara itu, keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit untuk mencari informasi terkait anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam tragedi maut tersebut. (Sumber : detiksumbagsel, Editor : KBO Babel)











