Terungkap! Brankas ‘Bos Timah’ Asui Hanya Berisi Angpau, Uangnya Kemana?

DPO Timah Asui Kabur, Polisi Sita Hanya Angpau dan Berkas di Rumahnya

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (TOBOALI) – Tim Bareskrim Polri kembali melakukan penggeledahan di kediaman Asui, pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait dugaan penyelundupan timah ilegal di Bangka Belitung. Penggeledahan berlangsung di rumahnya yang terletak di Desa Keposang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, pada Rabu (1/4/2026). Kamis (2/4/2026)

Operasi ini dipimpin oleh Kanit III Subdit IV Bareskrim Polri, AKBP Emrick Simangunsong, yang memimpin tim penyidik menyisir setiap sudut rumah sejak siang hari. Penggeledahan ini merupakan kali kedua dilakukan setelah sebelumnya tim Bareskrim mendatangi lokasi yang sama pada 22 Februari 2026 lalu, dipimpin langsung oleh Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Pol Moh Irhamni.

banner 336x280

Ketua RT setempat, Kiki, yang turut menyaksikan jalannya penggeledahan, menjelaskan bahwa fokus penyidik adalah brankas yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi.

“Penyidik terlihat membuka brankas yang dulu dipolice line. Di dalamnya tidak ada uang, hanya ada angpau dan sejumlah berkas. Uang tunai tidak ada,” ujar Kiki kepada awak media.

Selama penggeledahan, Asui tidak berada di lokasi. Polisi hanya menemui istrinya untuk dimintai keterangan tambahan. Menurut Kiki, sosok Asui sudah cukup lama menghilang dari lingkungan sekitar.

“Hanya ada istrinya. Suaminya tidak ada. Saya sudah tidak melihat pemilik rumah itu selama beberapa bulan terakhir, tapi tidak tahu pasti sejak kapan,” tambahnya.

Rumah yang tampak sederhana dari luar ini sempat menarik perhatian publik karena terdapat mobil sport mewah jenis Mustang berwarna kuning yang terparkir di halaman. Pada penggeledahan pertama, mobil tersebut beserta brankas telah dipasangi garis polisi oleh petugas.

Hingga tim Bareskrim meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.40 WIB, AKBP Emrick Simangunsong dan anggota tim enggan memberikan komentar terkait hasil penggeledahan lanjutan tersebut. Namun, dugaan kuat operasi ini bertujuan untuk memburu dokumen penting guna memperkuat alat bukti serta melacak aliran dana jaringan penyelundupan timah ke luar negeri.

Asui ditetapkan sebagai DPO setelah diduga kuat menjadi aktor intelektual dalam jaringan penyelundupan timah ilegal. Ia dilaporkan melarikan diri sesaat setelah penggerebekan pertama oleh Mabes Polri. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus memburu keberadaan sang ‘bos timah’ tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumber kepolisian menyebutkan, penggeledahan di rumah Asui juga bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait aliran dana dan dokumen administrasi yang bisa menjadi kunci penyidikan terhadap jaringan internasional penyelundupan timah. Aktivitas ilegal ini telah menimbulkan kerugian besar bagi negara serta merusak lingkungan di kawasan tambang timah di Bangka Belitung.

Kasus ini mendapat sorotan publik karena melibatkan jaringan besar dan penggunaan infrastruktur mewah yang diduga hasil dari aktivitas ilegal. Kehadiran mobil sport dan brankas di rumah Asui sempat memicu spekulasi mengenai besarnya keuntungan yang diperoleh dari praktik penyelundupan timah. Namun, penggeledahan terbaru membuktikan bahwa brankas tersebut kini kosong dan hanya berisi angpau serta dokumen, memperlihatkan kemungkinan pemindahan aset oleh DPO sebelum tim kepolisian datang.

Masyarakat setempat menyatakan dukungan terhadap langkah Bareskrim Polri dalam menegakkan hukum. Mereka berharap seluruh pelaku jaringan penyelundupan timah, termasuk Asui, dapat segera ditangkap dan diadili, sehingga praktik ilegal ini tidak merugikan tenaga kerja lokal maupun perekonomian daerah.

Kasus penyelundupan timah di Bangka Belitung sendiri telah menjadi perhatian nasional karena potensi kerugian negara yang sangat besar. Dengan penggeledahan lanjutan ini, kepolisian berharap dapat memperkuat berkas perkara serta mempercepat proses hukum terhadap para pelaku.

Penggeledahan di rumah DPO Asui menjadi salah satu langkah strategis aparat untuk menutup celah jaringan penyelundupan, memastikan semua dokumen dan aset yang berpotensi dijadikan alat bukti diamankan, dan memberikan tekanan agar DPO menyerahkan diri. Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Asui masih berlangsung secara intensif oleh aparat kepolisian. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *