Tetangga Selamatkan Nenek 78 Tahun dari Kebakaran di Tempilang, Kerugian Capai Rp160 Juta

Rumah Warga Sangku Ludes Terbakar, Korsleting Diduga Jadi Penyebab Utama

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (TEMPILANG) — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik Siti (78), warga RT 01 Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (20/11/2025) sore. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa berkat aksi cepat tetangga yang menyelamatkan Siti dari dalam rumah. Namun, kerugian materi akibat musibah ini ditaksir mencapai sekitar Rp160 juta. Sabtu (22/11/2025)

Kepala Kepolisian Sektor Tempilang, Ipda Deni Irawan, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula ketika Siti sedang berada di dapur. Saat itu, perempuan lanjut usia tersebut tengah bersiap mengunci pintu bagian belakang rumah. Ia mendadak merasakan hawa panas yang tidak biasa dari arah ruang tengah. Ketika menoleh ke sumber panas, Siti melihat kobaran api yang telah membesar dan melalap bagian kamar sebelah kiri rumah.

banner 336x280

“Dari keterangan Siti selaku pemilik rumah, ia merasakan kepanasan dari ruang tengah rumahnya. Ketika melihat ke arah kamar di sebelah kiri, ia mendapati kobaran api sudah besar,” ujar Deni kepada awak media, Jumat (21/11/2025).

Situasi berlangsung sangat cepat. Api semakin membesar dan menyebar ke dua kamar dalam hitungan menit. Beruntung, pada saat bersamaan, tetangga Siti bernama Jaka bersama seorang temannya datang dan langsung masuk ke dalam rumah untuk mengevakuasi korban. Menurut Deni, tindakan Jaka sangat menentukan keselamatan Siti, mengingat kobaran api sudah hampir mencapai area dapur.

“Saat berada di dalam rumah, Jaka mengatakan kobaran api sudah sangat besar yang mana api tersebut sudah melahap dua ruang kamar. Ia langsung mencari korban untuk diselamatkan,” kata Deni.

Setelah berhasil membawa Siti keluar rumah, warga sekitar segera berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Mereka bekerja sama sambil menunggu bantuan tiba, berusaha keras agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Menurut keterangan warga, api baru benar-benar dapat dikendalikan setelah beberapa waktu, meski sebagian besar rumah sudah hangus terbakar.

Pihak kepolisian bersama petugas terkait kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau hubungan arus pendek sebagai pemicu insiden.

“Penyebab kebakaran masih diduga dari korsleting aliran listrik dan masih dalam penyelidikan,” tambah Deni.

Selain merusak struktur rumah hingga hampir tidak tersisa, api juga melahap berbagai barang berharga milik Siti. Kerugian yang ditimbulkan meliputi kasur, lemari pakaian, sejumlah perangkat elektronik, dokumen penting berupa BPKB dan STNK, satu unit sepeda motor Honda Beat, serta uang tunai sekitar Rp30 juta. Total kerugian seluruhnya ditaksir mencapai kurang lebih Rp160 juta.

Deni menegaskan pentingnya kewaspadaan warga dalam memastikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Ia mengingatkan bahwa banyak kasus kebakaran rumah terjadi akibat kelalaian atau kondisi kabel listrik yang sudah tidak layak pakai.

“Berkaca dari peristiwa ini, kami mengimbau agar warga memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Periksa kabel, stop kontak, dan peralatan listrik secara berkala untuk mencegah risiko kebakaran,” imbau Deni.

Ia juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama ketika melihat potensi bahaya pada rumah-rumah tetangga. Menurutnya, tindakan cepat Jaka serta warga lain layak diapresiasi karena berhasil menyelamatkan nyawa Siti dan mencegah api merambat lebih luas.

Dengan insiden ini, aparat kepolisian kembali menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi situasi darurat. Selain memastikan kondisi rumah aman, warga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan kendala terkait instalasi listrik atau potensi bahaya lainnya.

Musibah kebakaran rumah Siti menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dan kepedulian sosial dapat menyelamatkan nyawa serta mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. Pemerintah desa juga berencana memberikan pendampingan kepada korban serta mengoordinasikan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu Siti memulihkan kehidupannya. (Sumber : Babel News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *