KBOBABEL.COM (BANGKA) — Dua warga asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kedua korban diketahui bernama Muhammad Nasi Hudi (15) asal Dusun Riding Panjang, Kabupaten Bangka, dan Muhammad Soleh (22) asal Kabupaten Belitung. Kamis (9/10/2025)
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Belinyu, AKP Rizky Yanuar, membenarkan bahwa salah satu korban dalam insiden tragis tersebut merupakan warga di wilayah hukumnya. Ia mengungkapkan, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dan tengah berkoordinasi dengan keluarga korban di lokasi kejadian.
“Iya benar, kami sudah dapat informasi tersebut. Informasi dari Bhabin, sekarang pihak keluarga korban masih di Jawa Timur,” ujar AKP Rizky Yanuar kepada wartawan, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi lengkap mengenai waktu pemulangan jenazah ke Bangka maupun prosesi pemakamannya.
“Yang pasti keluarganya sekarang ada di sana (Jatim). Nanti kami informasikan lagi lebih lanjut,” jelasnya.
Sebelumnya, korban pertama asal Bangka Belitung, Muhammad Soleh, santri asal Kabupaten Belitung, juga dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa yang sama. Jenazahnya telah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Tanjung Pandan, Belitung, pada Rabu (1/10/2025).
Sementara itu, jenazah Muhammad Nasi Hudi, santri asal Dusun Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, hingga kini masih berada di Jawa Timur. Pihak keluarga bersama perwakilan pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan pengurus pondok dan aparat setempat untuk proses pemulangan ke Bangka.
Peristiwa ambruknya musala di lingkungan Ponpes Al Khoziny sendiri terjadi pada Senin (29/9/2025) sore. Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian setempat, bangunan musala yang sedang digunakan santri untuk beribadah tiba-tiba runtuh dan menimpa puluhan santri di dalamnya.
Sebagian besar korban mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sementara dua santri asal Bangka Belitung menjadi bagian dari korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Sosial dikabarkan tengah menyiapkan pendampingan bagi keluarga korban, termasuk bantuan pemulangan jenazah dari Sidoarjo ke Bangka. Hingga kini, keluarga dan masyarakat di Belinyu masih menunggu kepastian kedatangan jenazah Muhammad Nasi Hudi di kampung halamannya. (Sumber : MetroTV, Editor : KBO Babel)










