Turun Langsung ke Pelabuhan Tanjung Kalian, Gubernur Hidayat Arsani Soroti Antrean Panjang Pemudik

Gubernur Babel Sidak Pelabuhan Tanjung Kalian, Soroti Lamanya Waktu Tunggu Penumpang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (MENTOK) — Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani turun langsung meninjau aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu sore (15/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat berjalan dengan baik, aman, dan nyaman. Senin (16/3/2026)

Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan salah satu pintu utama mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang dari Pulau Bangka menuju Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan. Setiap tahun, khususnya menjelang Idulfitri, pelabuhan ini mengalami peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang cukup signifikan.

banner 336x280

Didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta sejumlah pejabat dari instansi terkait, Gubernur Hidayat Arsani meninjau langsung kondisi di area pelabuhan. Ia memantau aktivitas penumpang, antrean kendaraan, serta kesiapan fasilitas penyeberangan yang disediakan bagi para pemudik.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan kapal feri. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia menyoroti masih adanya waktu tunggu yang cukup lama bagi penumpang sebelum kapal diberangkatkan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengakui bahwa pelayanan di pelabuhan masih perlu ditingkatkan agar masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik tidak merasa terbebani oleh antrean panjang maupun ketidakpastian jadwal keberangkatan.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan di pelabuhan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk segera diperbaiki,” ujar Hidayat Arsani saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan telah membayar tiket transportasi, sehingga sudah seharusnya mendapatkan pelayanan yang layak, tertib, dan manusiawi. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan sistem pelayanan berjalan dengan baik, terutama pada momentum penting seperti arus mudik Lebaran.

Hidayat juga menyoroti kondisi di mana sebagian masyarakat harus menunggu cukup lama di pelabuhan meskipun kapal telah bersandar. Situasi tersebut dinilai perlu segera dievaluasi agar tidak terus terjadi di masa mendatang.

“Kami tidak ingin masyarakat sudah menunggu sejak subuh, sementara kapal sudah bersandar tetapi belum bisa berangkat. Kondisi seperti ini harus kita evaluasi dan kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana segera menggelar rapat koordinasi besar dengan seluruh pihak terkait. Rapat tersebut akan melibatkan operator kapal, pengelola pelabuhan, instansi transportasi, serta aparat keamanan guna membahas perbaikan sistem pelayanan di pelabuhan.

Evaluasi yang akan dilakukan meliputi berbagai aspek, mulai dari pengaturan antrean kendaraan dan penumpang, sistem keberangkatan kapal, manajemen jadwal penyeberangan, hingga peningkatan fasilitas kenyamanan bagi para pemudik.

Menurut Hidayat Arsani, momentum mudik bukan sekadar aktivitas perjalanan biasa. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mudik merupakan perjalanan emosional untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga setelah lama merantau.

Karena itu, ia menilai pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

“Mudik adalah perjalanan hati. Karena itu pemerintah harus hadir memastikan masyarakat pulang dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ungkapnya.

Selain meninjau fasilitas pelabuhan, Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah pemudik yang tengah menunggu keberangkatan kapal. Salah satunya Ami (35), warga yang hendak melakukan perjalanan menuju Palembang bersama keluarganya.

Ami mengaku telah berada di pelabuhan sejak pagi hari untuk memastikan dirinya dan keluarga bisa mendapatkan jadwal keberangkatan kapal. Ia mengatakan lonjakan jumlah pemudik menjelang Lebaran membuat antrean di pelabuhan menjadi cukup panjang.

Meski demikian, ia berharap pelayanan penyeberangan ke depan dapat lebih tertata sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama di area pelabuhan.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Bangka Belitung, Viktor T. Sihombing, yang turut mendampingi dalam peninjauan tersebut menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Pelabuhan Tanjung Kalian secara umum masih dalam keadaan terkendali.

Namun, menurutnya, terdapat beberapa aspek teknis yang perlu mendapat perhatian lebih, khususnya terkait pengaturan arus kedatangan dan keberangkatan kapal agar tidak menimbulkan penumpukan penumpang di area pelabuhan.

“Secara umum kondisi keamanan masih terkendali. Namun dari sisi teknis memang masih perlu dilakukan evaluasi, terutama terkait pengaturan jadwal kapal dan manajemen antrean,” kata Viktor.

Ia menambahkan bahwa kehadiran unsur Forkopimda di lapangan bertujuan untuk melakukan pemantauan secara langsung sekaligus memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal sebelum puncak arus mudik terjadi.

“Ini belum puncaknya. Karena itu kami datang langsung untuk melihat, mengevaluasi, sekaligus mengoreksi agar saat puncak arus mudik nanti pelayanan kepada masyarakat bisa jauh lebih baik,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik, aparat gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait juga terus melakukan pengamanan di kawasan pelabuhan. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk area antrean kendaraan, ruang tunggu penumpang, serta jalur masuk dan keluar pelabuhan.

Melalui peninjauan ini, Gubernur Hidayat Arsani berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan arus mudik Lebaran di Bangka Belitung dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman. (Sandy Batman/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *