KBOBABEL.COM (BANGKA) — Informasi dugaan aksi perampokan di kawasan smelter milik PT Panca Mega Persada (PMP) di wilayah Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, mendadak menjadi sorotan publik setelah ramai beredar di media sosial, Selasa (19/5/2026).
Kabar tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook bernama “Jok Bangka” yang menyebut telah terjadi aksi kriminal berskala besar di area smelter timah tersebut. Dalam unggahan yang viral itu disebutkan, sekitar 10 orang diduga terlibat dalam aksi perampokan yang terjadi pada malam hari.
Berdasarkan informasi yang beredar, para pelaku diduga lebih dahulu menyekap petugas keamanan atau satpam yang berjaga di lokasi sebelum menjalankan aksinya. Setelah situasi dinilai aman, para pelaku disebut membawa kabur ratusan balok timah menggunakan kendaraan truk.
Dalam narasi yang tersebar luas di media sosial, smelter PT PMP disebut mengalami kehilangan sebanyak 538 balok timah. Jumlah tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat karena nilai ekonominya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Tak hanya itu, dua unit truk sewaan disebut digunakan untuk mengangkut seluruh balok timah dari area smelter menuju lokasi yang belum diketahui secara pasti. Dugaan aksi terorganisir tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi dan perbincangan hangat di tengah masyarakat Bangka Belitung.
Informasi lain yang turut beredar menyebutkan aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku. Tim yang dikabarkan terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Buser Kelambit Polres Bangka, Satintelkam Polres Bangka, serta Unit Jatanras Polda Bangka Belitung.
Dalam operasi itu, lima orang dikabarkan diamankan di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Sementara beberapa orang lainnya disebut ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Pangkalpinang hingga Jelitik.
Selain para terduga pelaku, aparat juga dikabarkan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 538 balok timah yang disebut hasil dugaan perampokan, dua unit truk pengangkut, serta uang tunai senilai Rp768 juta.
Meski kabar tersebut telah menyebar luas dan menjadi konsumsi publik di media sosial, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait detail peristiwa tersebut. Aparat masih melakukan upaya konfirmasi dan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian maupun status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Pihak perusahaan PT PMP juga belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kehilangan ratusan balok timah tersebut. Redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak manajemen perusahaan maupun aparat penegak hukum guna memastikan validitas informasi yang berkembang.
Sejumlah warga mengaku terkejut atas kabar dugaan perampokan tersebut karena lokasi smelter dinilai memiliki sistem pengamanan cukup ketat. Peristiwa ini pun memunculkan berbagai pertanyaan publik mengenai keamanan kawasan industri peleburan timah di Bangka Belitung.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum mengumumkan secara resmi identitas para terduga pelaku maupun rincian barang bukti yang diamankan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai seluruh informasi yang beredar sebelum adanya penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.











