KBOBABEL.COM (PRABUMULIH) – Isu pencopotan Kepala Sekolah dan satpam di SMP Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan, tengah menjadi sorotan publik. Roni Ardiansyah SPd MSi, Kepala SMPN 1 yang dikenal berprestasi dan aktif memandu acara-acara pemerintah kota, bersama Ageng, satpam yang baru diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dikabarkan dicopot dari jabatan masing-masing. Rabu (17/9/2025)
Sekolah yang berdiri sejak 25 Mei 1960 berdasarkan SK Pendirian Nomor 187/SK/BIII ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan favorit di Prabumulih. Pencopotan keduanya diduga terkait insiden yang melibatkan seorang siswa membawa mobil ke dalam area sekolah. Siswa tersebut diduga merupakan anak dari salah seorang pejabat penting di kota itu. Roni dan Ageng disebut-sebut menegur siswa tersebut sesuai dengan aturan disiplin sekolah.
Meski surat keputusan resmi pencopotan Roni Ardiansyah masih diproses di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Ageng telah dicopot dari posisinya sebagai satpam dan dipindahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP).
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan murid, guru, dan orang tua. Video perpisahan Roni dengan para guru dan siswa bahkan sempat viral di media sosial, menampilkan momen haru dan penuh rasa kehilangan. Seorang orang tua murid, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalaman putranya.
“Anak saya pulang kemarin matanya bengkak. Saya kira kenapa, ternyata dia nangis di sekolah karena Pak Roni dipindahkan,” ujarnya, Selasa (16/9/2025). Orang tua ini menegaskan bahwa Roni adalah sosok yang ramah, disiplin, dan sangat dicintai murid-muridnya.
“Beliau selalu memperlakukan semua siswa sama, tanpa memandang status keluarga,” tambahnya.
Keputusan pencopotan ini memunculkan pertanyaan di masyarakat mengenai perlindungan terhadap tenaga pendidik dan staf sekolah. Beberapa pihak menilai tindakan tegas yang dilakukan Roni dan Ageng semestinya diapresiasi, bukan justru berujung pada pencopotan.
Sejumlah guru SMPN 1 Prabumulih yang ditemui mengaku bingung dengan keputusan tersebut. Mereka menilai Roni dan Ageng selama ini menjalankan tugasnya dengan integritas dan dedikasi tinggi.
“Pak Roni sangat peduli pada murid-murid dan selalu memastikan disiplin ditegakkan secara adil. Ageng pun selalu menjaga keamanan sekolah dengan baik,” kata seorang guru.
Hingga berita ini diturunkan, Roni Ardiansyah belum memberikan tanggapan resmi terkait pencopotan tersebut. Sementara itu, masyarakat Prabumulih berharap agar pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, memberikan klarifikasi resmi dan mempertimbangkan reputasi serta dedikasi tenaga pendidik sebelum mengambil keputusan yang kontroversial.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara penegakan disiplin di sekolah dan perlindungan terhadap tenaga pendidik, terutama dalam menghadapi tekanan dari pihak luar yang memiliki pengaruh atau jabatan tinggi. (Sumber : Beritafaktanews, Editor : KBO Babel)
















