KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Proyek pembangunan jaringan pipa distribusi air bersih di sejumlah kawasan Kota Pangkalpinang menuai sorotan warga. Pekerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 tersebut dikeluhkan karena dianggap merusak jalan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang melintas. Selasa (28/10/2025)
Pantauan di lapangan menunjukkan, bekas galian pipa di beberapa ruas jalan, seperti di kawasan Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, tampak belum tertata rapi. Sisa galian yang belum dipadatkan dengan baik menyebabkan tanah berceceran di badan jalan. Saat cuaca panas, debu beterbangan ke rumah warga, sementara ketika hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan licin.
“Kalau hujan, airnya menggenang dan lumpur sampai ke depan rumah. Kami jadi susah keluar masuk kendaraan,” keluh Yanti (42), warga Tua Tunu Indah, kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Ia berharap pihak pelaksana segera memperbaiki kondisi jalan yang terganggu akibat proyek.
“Kami paham ini proyek untuk kepentingan masyarakat, tapi tolong diperhatikan juga dampaknya. Setelah digali, jangan dibiarkan terbuka terlalu lama,” tambahnya.
Proyek yang tengah berlangsung di kawasan Tua Tunu Indah ini diketahui dikerjakan oleh CV Dalom Mustika dengan nilai kontrak mencapai Rp3,88 miliar. Selain di wilayah tersebut, kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa titik lain, seperti Kelurahan Jerambah Gantung, Sriwijaya, dan beberapa kawasan lainnya. Total nilai proyek pembangunan jaringan pipa air bersih tersebut mencapai miliaran rupiah.
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Agus Salim, menegaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum selesai seluruhnya. Ia memastikan pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta diawasi oleh berbagai pihak terkait.
“Ini proyek DAK dari APBN untuk penyediaan air bersih. Karena keterbatasan APBD, kegiatan ini menjadi prioritas dengan dukungan dana pusat. Pelaksananya PUPR, dan nantinya PDAM yang akan mengoperasikan jaringan tersebut,” jelas Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/10/2025).
Agus juga memastikan pihaknya tidak akan mencairkan pembayaran kepada kontraktor sebelum seluruh jalur galian dikembalikan seperti semula. Hal ini, kata dia, sudah menjadi kewajiban yang diatur dalam kontrak kerja.
“Dalam kontrak sudah jelas, kalau jalan aspal digali, harus dikembalikan aspal. Kalau tanah, dikembalikan tanah. Kalau komblok, dikembalikan komblok. Itu tanggung jawab kontraktor. Kami tidak akan melakukan pembayaran sebelum kondisi jalan diperbaiki,” tegasnya.
Ia menambahkan, proyek pembangunan jaringan air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani oleh PDAM. Program ini juga mencakup pembangunan pipa distribusi dan sambungan rumah (SR) agar warga dapat menikmati air bersih tanpa dikenakan biaya tambahan untuk pemasangan awal.
“Masih banyak warga yang belum tersambung dengan jaringan PDAM. Dengan proyek ini, mereka bisa mendapatkan sambungan rumah secara gratis. Tujuannya agar semua warga bisa menikmati air bersih secara merata,” tutur Agus.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Namun, pelaksanaan proyek sempat mengalami kendala akibat keterlambatan pengadaan material pipa jenis HDPE (High Density Polyethylene) dari Jakarta.
“Memang sempat tertunda karena keterlambatan pasokan pipa dari Jakarta. Tapi sekarang sudah berjalan normal. Kami optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu pada Desember 2025,” ujarnya.
PUPR Kota Pangkalpinang juga melibatkan konsultan pengawas, tim supervisi, dan pendampingan dari Kejaksaan untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai aturan dan spesifikasi teknis. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan serta menjaga kualitas pekerjaan tetap sesuai standar.
“Prinsip kami sederhana, proyek harus selesai dengan baik dan masyarakat tidak boleh dirugikan. Sebelum jalan dipulihkan seperti semula, tidak akan kami bayar kepada kontraktor,” tegas Agus menutup pernyataannya.
Sementara itu, warga di beberapa titik lokasi proyek berharap agar proses pemulihan jalan bisa segera dilakukan. Mereka mengaku mendukung program penyediaan air bersih tersebut, namun berharap pelaksanaan di lapangan dilakukan dengan lebih tertib dan cepat.
“Kami senang akhirnya di sini akan ada jaringan PDAM, tapi tolong jangan terlalu lama dibiarkan jalan rusak begini. Kalau bisa, perbaikan dilakukan setelah pipa selesai dipasang, jangan menunggu proyek selesai semua,” ungkap Rudi (36), warga Jerambah Gantung.
Dengan proyek jaringan pipa air bersih ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap seluruh masyarakat dapat menikmati layanan air bersih secara merata dan berkelanjutan. Namun, pelaksana proyek diingatkan untuk tetap menjaga kenyamanan warga selama proses pembangunan berlangsung. (Sumber : Fakta Berita, Editor : KBO Babel)















