KBOBABEL.COM (Atlantik) – World Health Organization (WHO) mengonfirmasi insiden kesehatan serius yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius saat melintasi Samudra Atlantik. Dalam kejadian tersebut, sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit pernapasan akut, dengan satu kasus di antaranya telah dipastikan sebagai infeksi hantavirus. Rabu (6/5/2026)
Kapal pesiar tersebut diketahui tengah berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde ketika sejumlah penumpang mulai menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang serius. Kondisi tersebut kemudian memicu kewaspadaan tinggi dari otoritas kesehatan internasional.
Berdasarkan laporan resmi WHO yang dirilis pada Minggu malam, satu orang telah terkonfirmasi positif hantavirus melalui hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, lima orang lainnya masih berstatus suspek dan menunjukkan gejala serupa, sehingga memerlukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan.
Dari total enam kasus yang teridentifikasi, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satu korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Johannesburg, Afrika Selatan, setelah dievakuasi dari kapal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Menanggapi situasi ini, WHO bersama operator kapal serta otoritas kesehatan dari sejumlah negara langsung mengambil langkah darurat guna mengendalikan potensi penyebaran penyakit. Upaya tersebut dilakukan secara terkoordinasi mengingat kapal pesiar merupakan lingkungan tertutup yang rentan terhadap penularan penyakit.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain evakuasi medis terhadap penumpang yang mengalami gejala berat, guna memastikan mereka mendapatkan perawatan optimal di fasilitas kesehatan yang memadai. Selain itu, investigasi epidemiologi juga tengah dilakukan secara intensif.
Tim peneliti saat ini fokus pada pengurutan virus (virus sequencing) serta analisis laboratorium lanjutan untuk memahami karakteristik patogen dan kemungkinan sumber penularan. Proses ini dinilai penting untuk menentukan langkah mitigasi yang tepat dan mencegah penyebaran lebih luas.
Di sisi lain, seluruh penumpang dan awak kapal yang masih berada di atas MV Hondius terus dipantau secara ketat. Tim medis memberikan dukungan kesehatan, termasuk pemeriksaan rutin dan penanganan dini bagi siapa pun yang menunjukkan gejala.
WHO menegaskan bahwa penilaian risiko kesehatan masyarakat saat ini masih berlangsung. Hal ini mencakup evaluasi terhadap potensi penyebaran penyakit, baik di dalam kapal maupun saat kapal mencapai pelabuhan tujuan.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui paparan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi. Virus ini biasanya ditemukan di lingkungan tertentu, terutama yang memiliki sanitasi buruk atau populasi tikus yang tinggi.
Meskipun penularan antar manusia tergolong jarang terjadi, hantavirus tetap dikategorikan sebagai penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut yang berpotensi fatal. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat berkembang cepat menjadi sindrom paru yang mengancam jiwa.
Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan sebelumnya juga melaporkan bahwa dua korban meninggal merupakan pasangan lansia yang mengalami gejala pernapasan akut dalam waktu singkat. Kondisi mereka memburuk dengan cepat sebelum akhirnya meninggal dunia.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi industri pelayaran dan pariwisata global terkait risiko penyebaran penyakit di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Protokol kesehatan yang ketat, termasuk pengawasan kebersihan dan deteksi dini penyakit, dinilai menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus melakukan pemantauan dan investigasi lanjutan. WHO juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada, namun tidak panik, sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi yang sedang berlangsung. (Sumber : Berita Nasional, Editor : KBO Babel)













