Panen Perdana 100 Hektare di Namang, Gubernur Hidayat Dorong Ketahanan Pangan Babel

Dari Desa Namang untuk Babel, Panen Raya Jadi Bukti Keseriusan Bangun Kedaulatan Pangan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah kembali ditegaskan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat menghadiri Panen Raya dan Murok Jerami Program Jaksa Mandiri Pangan di Saung Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (18/2/2026). Jumat (20/2/2026)

Program yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung tersebut menjadi salah satu upaya konkret mendorong kemandirian pangan di wilayah kepulauan yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

banner 336x280

Panen perdana di lahan seluas sekitar 100 hektare itu mencatat hasil yang memuaskan. Bagi Gubernur Hidayat, capaian tersebut membuktikan bahwa pengelolaan pertanian yang terencana dan berkelanjutan mampu menghasilkan produktivitas tinggi sekaligus kualitas panen yang baik.

“Kita telah melaksanakan panen raya perdana di lahan sekitar 100 hektare dengan hasil yang sangat memuaskan. Ini membuktikan bahwa jika dirawat dan dikelola dengan baik, hasilnya akan berkualitas. Ke depan, kita harapkan kualitas dan kuantitasnya terus meningkat,” tegasnya.

Simbol Komitmen di Tengah Hujan

Meski kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan lebat, Gubernur Hidayat tetap mengikuti seluruh rangkaian acara. Mulai dari panen raya padi, murok jerami sebagai bagian dari pengelolaan lahan pascapanen, hingga penebaran benih ikan di kolam desa bersama Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kehadiran kepala daerah secara langsung di lapangan dinilai sebagai simbol komitmen kuat pemerintah provinsi dalam mendukung program strategis lintas sektor, khususnya di bidang pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Menurut Hidayat, kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melalui Program Jaksa Mandiri Pangan merupakan langkah inovatif yang perlu diperluas.

“Hari ini kita panen padi hasil kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi. Ke depan, kita dorong instansi lain melakukan hal serupa guna menciptakan ketahanan pangan yang kuat di Bangka Belitung,” ujarnya.

Fondasi Ketahanan Pangan Daerah

Program Jaksa Mandiri Pangan tidak hanya berfokus pada produksi padi, tetapi juga pada penguatan ekosistem pertanian secara menyeluruh. Hal ini mencakup pemanfaatan lahan, pendampingan teknis, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Sebagai daerah kepulauan, Bangka Belitung memiliki tantangan tersendiri dalam mewujudkan swasembada pangan. Keterbatasan lahan subur dan biaya logistik yang tinggi sering kali membuat harga pangan bergantung pada pasokan dari luar provinsi.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Dorong Diversifikasi Pangan

Gubernur Hidayat juga membuka peluang pengembangan komoditas selain padi sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Ia menilai, ketahanan pangan tidak boleh bergantung pada satu jenis tanaman saja.

Sayuran, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Bangka Belitung. Diversifikasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi potensi daerah.

Desa Namang sebagai Desa Binaan Adhyaksa

Dalam kesempatan itu, Gubernur Hidayat juga mengapresiasi penetapan Desa Namang sebagai Desa Binaan Adhyaksa oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Program pembinaan desa berbasis kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

“Semangat ini harus terus kita jaga. Dengan gotong royong, sinergi, dan inovasi, saya optimistis ketahanan pangan Bangka Belitung akan semakin kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Sentuhan Sosial dalam Kegiatan

Selain agenda utama panen raya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial. Momentum ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat rentan.

Acara dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah, pejabat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, jajaran Kejaksaan Negeri, serta unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Tengah.

Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan

Panen raya di Desa Namang menjadi simbol awal optimisme menuju kedaulatan pangan di Bangka Belitung. Pemerintah daerah menargetkan program serupa dapat diperluas ke wilayah lain agar produksi pangan lokal meningkat secara signifikan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, diversifikasi komoditas, serta pemberdayaan masyarakat desa, Bangka Belitung diharapkan mampu membangun sistem pangan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagi Gubernur Hidayat Arsani, keberhasilan panen perdana ini bukan sekadar capaian pertanian, melainkan fondasi penting bagi masa depan ekonomi daerah yang lebih stabil dan sejahtera. (KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *