KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, menyoroti belum rampungnya proses penerimaan sejumlah duta besar asing yang telah ditugaskan pemerintah negara masing-masing untuk bertugas di Indonesia. Jum’at (5/6/2026)
Menurut Dino, saat ini terdapat sedikitnya 17 calon duta besar dari berbagai negara sahabat yang sudah berada di Jakarta namun belum dapat menjalankan tugas diplomatik secara resmi karena masih menunggu kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Republik Indonesia.
Informasi tersebut disampaikan Dino melalui akun media sosial X dan langsung memicu perhatian publik, terutama kalangan pemerhati hubungan internasional dan diplomasi.
Dalam unggahannya, Dino menjelaskan bahwa para diplomat tersebut sebenarnya telah tiba di Indonesia sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini mereka belum dapat memperoleh status penuh sebagai duta besar karena belum melaksanakan salah satu tahapan penting dalam protokol diplomatik, yakni penyerahan surat kepercayaan kepada kepala negara penerima.
“Saya dapat info bahwa ada 17 calon Dubes asing yang sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih menunggu waktu untuk memberikan surat kepercayaan kepada Presiden,” tulis Dino.
Dalam praktik diplomasi internasional, penyerahan surat kepercayaan atau letter of credence merupakan tahapan resmi yang menandai dimulainya tugas seorang duta besar di negara penempatan. Sebelum proses tersebut dilakukan, seorang diplomat belum dapat menjalankan fungsi diplomatik secara penuh sebagai perwakilan resmi negaranya.
Dino mengungkapkan bahwa masa tunggu yang dialami sejumlah calon duta besar tersebut terbilang cukup lama. Bahkan, ada diplomat yang telah berada di Indonesia selama delapan bulan tanpa dapat memulai tugas resminya.
Selain itu, beberapa calon duta besar dari negara-negara anggota ASEAN juga disebut telah menunggu selama sekitar enam bulan.
“Di antara mereka ada yang sudah menunggu delapan bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu enam bulan. Karena itu, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” ungkapnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat. Sebab, keberadaan seorang duta besar memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, investasi, pendidikan, budaya hingga perlindungan warga negara.
Ketika seorang duta besar belum dapat menjalankan tugas secara resmi, maka berbagai agenda diplomatik penting berpotensi mengalami keterlambatan atau tidak berjalan optimal.
Dino menilai situasi tersebut juga dapat memunculkan persepsi negatif dari negara-negara pengirim diplomat.
Menurutnya, negara sahabat tentu berharap perwakilan mereka dapat segera diterima secara resmi setelah tiba di negara tujuan, sehingga dapat langsung melaksanakan mandat yang diberikan pemerintahnya.
“Ini memberikan kesan buruk bagi negara-negara sahabat yang mengirim duta besarnya ke Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dino membandingkan kondisi tersebut dengan pengalaman yang umumnya dialami para duta besar Indonesia saat bertugas di luar negeri.
Dalam banyak kasus, para diplomat Indonesia biasanya dapat segera menyerahkan surat kepercayaan kepada kepala negara penerima dalam waktu relatif singkat setelah tiba di negara penempatan.
Dengan demikian, mereka dapat langsung menjalankan fungsi diplomatik, memperluas jaringan kerja sama, serta mewakili kepentingan Indonesia secara resmi.
“Apalagi Dubes Indonesia di luar negeri biasanya dapat dengan cepat menyerahkan surat kepercayaan kepada host country,” lanjut Dino.
Sebagai mantan diplomat senior yang pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino menilai persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian serius.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap reputasi diplomatik Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, citra sebuah negara tidak hanya dibangun melalui kebijakan luar negeri, tetapi juga melalui tata kelola hubungan diplomatik yang profesional dan menghormati protokol internasional.
Karena itu, Dino berharap pihak Istana Kepresidenan dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut agar para calon duta besar dapat menjalankan tugasnya secara resmi.
“Tanpa menyalahkan siapa pun, mohon masalah ini dapat segera dituntaskan oleh Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” tegasnya.
Sorotan yang disampaikan Dino Patti Djalal kini menjadi perhatian berbagai kalangan. Publik menanti penjelasan resmi pemerintah terkait penyebab keterlambatan proses penyerahan surat kepercayaan tersebut serta langkah yang akan diambil untuk menyelesaikannya.
Di tengah upaya Indonesia memperkuat hubungan internasional dan meningkatkan kerja sama global di berbagai sektor, kelancaran proses diplomatik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan negara-negara sahabat terhadap Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan maupun dunia. (Sumber : LombokToday.Id, Editor : KBO Babel)











