KBOBABEL.COM (TOBOALI) — Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Bangka Selatan, secara kumulatif hingga 2026 tercatat sebanyak 93 kasus HIV. Jum’at (4/9/2026)
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima kasus baru ditemukan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, pemeriksaan, serta deteksi dini masih perlu terus diperkuat untuk mencegah penularan HIV di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Bangka Selatan, Slamet Wahidin, mengatakan lima kasus baru tersebut ditemukan pada kelompok usia produktif, mulai dari remaja hingga dewasa.
“Kasus lama yang terdata hingga tahun 2026 ini secara akumulatif mencapai 93 orang. Untuk tahun 2026, sampai dengan bulan Juni tercatat ada lima orang penderita baru,” ujar Slamet, Kamis (3/9/2026).
Menurut Slamet, sebagian besar kasus diketahui setelah masyarakat menjalani pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan dan deteksi dini memiliki peran penting dalam mengetahui status kesehatan seseorang sekaligus mencegah potensi penularan lebih lanjut.
Berdasarkan pemetaan sementara Dinkes PPKB Bangka Selatan, wilayah Toboali menjadi daerah dengan temuan kasus HIV paling banyak.
Meski demikian, Slamet menegaskan penanganan HIV tidak hanya berfokus pada wilayah yang telah memiliki jumlah kasus tinggi. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan pemeriksaan di berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya menemukan kasus sedini mungkin.
Perkuat Screening dan Deteksi Dini
Untuk menekan angka penularan, Dinkes PPKB Bangka Selatan memperkuat program screening, pemeriksaan, dan deteksi dini HIV.
Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah ibu hamil. Pemeriksaan HIV terhadap ibu hamil dinilai penting untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi sejak dini sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Selain untuk kepentingan kesehatan ibu, pemeriksaan tersebut juga bertujuan mencegah kemungkinan penularan HIV dari ibu kepada bayi.
“Untuk menekan penularan, Dinkes PPKB memperkuat screening dan deteksi dini. Seluruh ibu hamil kini menjadi sasaran pemeriksaan HIV, yang bertujuan untuk mencegah penularan dari ibu kepada bayi,” jelas Slamet.
Pemeriksaan terhadap ibu hamil menjadi salah satu langkah preventif karena status HIV yang diketahui lebih awal memungkinkan adanya penanganan medis dan pendampingan sesuai prosedur kesehatan.
Di sisi lain, petugas kesehatan juga memperluas pemeriksaan ke sejumlah lokasi yang dinilai memiliki risiko penularan lebih tinggi. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menyasar lokasi tertentu, termasuk kafe dan pusat hiburan malam.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan screening sehingga masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan lebih awal.
Masyarakat Diminta Tidak Takut Memeriksakan Diri
Dinkes PPKB Bangka Selatan mengimbau masyarakat tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama apabila memiliki faktor risiko terhadap HIV.
Slamet juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko serta meningkatkan pemahaman mengenai HIV.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, menghindari perilaku seksual berisiko, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan pemeriksaan HIV. Deteksi lebih awal menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Temuan 93 kasus secara kumulatif, ditambah lima kasus baru hingga Juni 2026, menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan masyarakat bahwa pencegahan HIV membutuhkan upaya berkelanjutan.
Pemerintah daerah melalui Dinkes PPKB Bangka Selatan akan terus mendorong screening dan deteksi dini, termasuk memperluas sasaran pemeriksaan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
“Dengan temuan 93 kasus secara kumulatif, pemerintah daerah menegaskan pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci agar penularan HIV di Bangka Selatan tidak semakin meluas,” pungkas Slamet. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)











