KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menghentikan komunikasi dan melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional belum bersifat final. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut masih ada ruang dialog untuk memperbaiki hubungan dengan IOC melalui jalur resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sabtu (25/10/2025)
Keputusan IOC itu muncul setelah pemerintah Indonesia menolak kedatangan atlet Israel pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Dalam rapat jarak jauh Dewan Eksekutif IOC yang digelar pekan ini, IOC memutuskan untuk menangguhkan komunikasi dengan KOI dan melarang penyelenggaraan semua ajang olahraga di bawah naungan mereka di Indonesia.
IOC menegaskan, larangan tersebut akan berlaku hingga pemerintah memberikan jaminan tertulis bahwa semua atlet, termasuk dari Israel, dapat masuk dan berpartisipasi tanpa diskriminasi. Keputusan ini mengacu pada Piagam Olimpiade yang menjunjung tinggi prinsip nondiskriminasi dalam olahraga.
Selain itu, IOC juga merekomendasikan seluruh federasi olahraga internasional untuk menunda atau memindahkan turnamen dari Indonesia hingga ada kepastian mengenai kebebasan partisipasi atlet dari semua negara.
Menanggapi keputusan tersebut, Erick Thohir menekankan bahwa surat dari IOC tidak bisa dimaknai sebagai larangan permanen.
“Itu bukan harga mati. Dari surat IOC, disebutkan bahwa diskusi hanya sementara diberhentikan, belum ada komunikasi lanjutan. Kami akan coba menjembatani lewat KOI. Kemenpora berperan sebagai supporting system,” ujar Erick di Media Center Kemenpora, Kamis (23/10/2025).
Erick menjelaskan bahwa pemerintah akan tetap membuka jalur diplomasi olahraga untuk mencari solusi terbaik.
“Jangan sampai surat IOC itu multitafsir. Mereka menunda pembicaraan soal keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade Remaja, Olimpiade, atau event lainnya, bukan membatalkan selamanya,” jelasnya.
Menurut Erick, Indonesia tetap berkomitmen untuk menjunjung nilai-nilai Olimpiade tanpa mengabaikan prinsip dan konstitusi nasional.
“Kami akan terus mendukung langkah KOI untuk mencari solusi terbaik. Indonesia tetap berkomitmen menjunjung nilai-nilai Olimpiade tanpa meninggalkan prinsip nasional,” katanya.
Langkah IOC ini menjadi peringatan bagi Indonesia agar menyeimbangkan antara sikap politik luar negeri dan keterlibatan dalam dunia olahraga internasional. Pemerintah menegaskan akan tetap mendorong diplomasi olahraga agar Indonesia tetap diakui sebagai bagian penting komunitas olahraga dunia.
Sebelumnya, penolakan terhadap tim Israel untuk tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 menjadi pemicu utama keputusan IOC. Langkah tersebut dianggap bertentangan dengan prinsip universal Olimpiade yang menjamin kesetaraan dan partisipasi semua negara tanpa pengecualian.
Meski peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Remaja 2030 dan Olimpiade 2036 kini menipis, pemerintah memastikan tidak akan mundur dari ambisi besar untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga global.
Dengan langkah diplomatik yang ditempuh KOI, pemerintah berharap IOC membuka kembali komunikasi agar Indonesia bisa segera memulihkan posisinya di panggung olahraga internasional. (Sumber: Disway.id, Editor: KBO Babel)











