KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BPPRID) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data Indonesia Kabupaten Bangka Barat pada Rabu (19/11/2025). Rakor yang berlangsung di ruang OR 1 Setda Bangka Barat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M.AP, dan dihadiri para pejabat daerah serta perwakilan instansi terkait. Kamis (20/11/2025)
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Setda Bangka Barat, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangka Barat, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola data menuju integrasi informasi yang lebih baik sebagaimana diamanatkan dalam program nasional Satu Data Indonesia.
Rakor ini digelar untuk mendorong penyediaan data yang lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah menilai bahwa kualitas data yang baik sangat diperlukan mengingat data menjadi pondasi utama dalam menyusun kebijakan publik yang tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Dalam arahannya, Sekda Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M.AP, menegaskan bahwa penting bagi setiap OPD untuk memastikan validitas data yang disampaikan. “Data ini sangat penting dan harus valid,” ujarnya. Ia menambahkan, masih banyak data sektoral yang belum lengkap sehingga perlu segera dilengkapi oleh OPD terkait.
Sekda Muhammad Soleh menekankan agar setiap OPD memberikan data yang diperlukan kepada wali data, dalam hal ini Diskominfo, atau berkoordinasi langsung dengan BPS untuk memastikan kesesuaian dan keseragaman standar data. “Masih banyak sekali data yang masih kurang, dan untuk itu kita wajib berikan data-data tersebut ke wali data yang ada di Diskominfo ataupun silakan berkoordinasi ke BPS dan seperti apa selanjutnya,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh OPD untuk belajar dari daerah lain yang sudah memiliki sistem data lebih lengkap dan tertata. Menurutnya, benchmarking sangat penting guna mengetahui langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas tata kelola data di Bangka Barat. “Kita bisa belajar dari kabupaten lain apa saja data yang sudah lengkap datanya, dan setiap keputusan data sangat penting dipublikasikan ke wali data yang terhubung dengan Diskominfo dan BPS,” ucapnya.
Selain memperkuat koordinasi, Rakor Satu Data Indonesia ini juga menjadi sarana untuk memastikan kolaborasi antarinstansi berjalan efektif dalam pengelolaan dan berbagi data sektoral. Sekda menegaskan bahwa sinergi ini penting untuk menghindari terjadinya tumpang tindih informasi yang kerap membuat proses perencanaan menjadi tidak optimal. Ia menilai, integrasi data antarinstansi adalah kunci menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam penutup arahannya, Sekda Muhammad Soleh menegaskan bahwa forum ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan data tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut akan dijadikan dasar untuk menyusun rencana aksi peningkatan kualitas data pada tahun mendatang. “Rakor ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengelola dan berbagi data sektoral agar tidak terjadi tumpang tindih informasi. Selain itu juga forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pengelolaan data tahun sebelumnya serta menyusun rencana aksi peningkatan kualitas data untuk tahun yang akan datang,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap agar seluruh OPD semakin memahami pentingnya pengelolaan data yang terstruktur, berkualitas, dan mudah diakses. Dengan tata kelola data yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Zulfikar/KBO Babel)











