KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menyambut langsung kedatangan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, di Terminal VIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Kehadiran Wamen beserta jajaran Kementerian Investasi/BKPM ini menjadi awal dari serangkaian agenda penting yang bertujuan memperkuat hilirisasi timah dan mempercepat investasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Babel.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat dalam mengejar target realisasi investasi nasional tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun. Hingga kuartal ketiga, Provinsi Babel telah berhasil mencatatkan nilai investasi sebesar Rp9,4 triliun pada periode Januari–September 2025 atau sekitar 0,7 persen dari capaian nasional. Angka ini menunjukkan bahwa Babel masih memiliki peluang sangat besar untuk menggenjot realisasi investasi, khususnya di sektor pertimahan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Setibanya di bandara, Wamen Todotua Pasaribu langsung disambut hangat oleh Gubernur Hidayat Arsani. Penyambutan dimulai dengan pengalungan syal cual, kain tradisional khas Bangka Belitung, sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang. Seremoni tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat provinsi, jajaran Forkopimda, serta perwakilan dari PT Timah Tbk.
Usai prosesi penyambutan di ruang VIP, rombongan melanjutkan agenda resmi yang telah disusun. Agenda utama ialah menghadiri Rapat Koordinasi bersama PT Timah Tbk dan MIND ID, yang dilaksanakan di Kantor Pusat PT Timah Tbk. Rapat ini secara khusus membahas strategi hilirisasi, tata kelola pertimahan nasional, serta upaya meningkatkan nilai tambah industri guna memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.
Dalam rapat tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya penguatan rantai pasok industri timah mulai dari hulu hingga hilir. Pemerintah menekankan perlunya transformasi industri timah agar tak hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong pengolahan dan produksi barang jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Langkah ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo untuk memperkuat kemandirian industri dan meningkatkan daya saing global.
Selain rapat koordinasi, Wamen dan rombongan juga dijadwalkan mengunjungi beberapa perusahaan smelter dan pabrik pengolahan timah. Peninjauan lapangan tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung proses hilirisasi yang sedang berjalan serta memastikan setiap program percepatan investasi mematuhi standar tata kelola yang baik. Pemerintah pusat menekankan bahwa seluruh aktivitas industri harus berjalan di bawah koridor hukum, lingkungan, dan sosial yang sesuai.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas kunjungan Wamen. “Selamat datang di Babel, Negeri Serumpun Sebalai. Kami menyambut baik kunjungan kerja ini dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin memperkuat arah hilirisasi timah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hidayat.
Ia menambahkan bahwa Babel siap menjadi pusat hilirisasi timah nasional, asalkan regulasi, pengawasan, dan dukungan investasi terus diperkuat. Hidayat juga menegaskan komitmennya dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam penataan sektor pertimahan yang lebih transparan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Wamen Todotua Pasaribu menyampaikan antusiasme dan komitmennya untuk memastikan hilirisasi di Babel berjalan sebagaimana diarahkan pemerintah pusat. “Kami senang dapat kembali hadir di Bangka Belitung. Kunjungan ini penting untuk memastikan upaya hilirisasi berjalan optimal dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” katanya.
Wamen menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya soal meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan menguatkan daya saing industri nasional. Ia berharap kunjungan kerja ini mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dirasakan hasilnya oleh masyarakat Babel.
Kunjungan Wamen Investasi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Babel dalam memperkuat perannya sebagai daerah strategis dalam industri timah nasional. Pemerintah bertekad memastikan setiap kebijakan hilirisasi dapat memberikan dampak ekonomi nyata, memperluas peluang usaha bagi masyarakat lokal, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri, Babel diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi berbasis hilirisasi yang berorientasi pada nilai tambah serta berbasis keberlanjutan lingkungan. Kunjungan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menjadikan Babel sebagai pusat industri timah yang modern, transparan, dan berdaya saing tinggi, sekaligus membawa manfaat optimal bagi masyarakat. (KBO BABEL)











