KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi memulai Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 sebagai upaya penataan dan pengawasan aktivitas pertambangan di seluruh wilayah Babel. Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T Sihombing di Mapolda Babel, Kamis (11/12/2025). Operasi tersebut menyasar aktivitas pertambangan yang tidak sesuai aturan, baik tambang legal maupun ilegal. Sabtu (13/12/2025)
Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T Sihombing menegaskan Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 merupakan langkah bersama antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat. Tujuan utamanya adalah memastikan pemanfaatan sumber daya alam di Bangka Belitung berjalan sesuai ketentuan hukum dan prinsip keberlanjutan.
“Operasi Tertib Tambang ini sebenarnya bagian dari upaya yang kita lakukan baik dari Polri, Pemerintah Daerah, dari TNI dan seluruh masyarakat yang mengharapkan proses-proses pelaksanaan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah Babel bisa dilaksanakan dengan baik dan benar,” tegas Viktor usai apel pasukan.
Menurut Viktor, Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor pertambangan. Jika dikelola secara tepat, potensi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi negara, pemerintah daerah, serta masyarakat. Namun, apabila pelaksanaannya dilakukan secara keliru dan tidak sesuai aturan, justru akan menimbulkan dampak buruk yang merugikan banyak pihak.
“Karena kita tahu, kalau sumber daya alam dimanfaatkan itu menghasilkan suatu hal yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan yang lainnya. Tapi kalau proses pelaksanaannya salah, justru sebaliknya yang kita dapatkan,” ujarnya.
Dalam Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 ini, Polda Babel mengerahkan ribuan personel gabungan. Personel tersebut berasal dari Polda Babel, Polres dan Polresta jajaran di seluruh kabupaten dan kota, serta didukung unsur TNI dan instansi terkait lainnya. Operasi ini akan berlangsung selama 20 hari ke depan dengan fokus pengawasan di wilayah-wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan.
Viktor menyampaikan bahwa sebelum operasi digelar, tim gabungan telah melakukan pemetaan wilayah yang terindikasi terdapat aktivitas pertambangan. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan sasaran operasi agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.
“Tim sudah melakukan pemetaan. Saya pikir itu menjadi objek sasaran kita nanti. Jadi semua kabupaten dan kota yang ada tambangnya akan jadi objek pelaksanaan operasi kita,” tegas Viktor.
Ia menambahkan, sasaran Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 tidak hanya tambang ilegal, tetapi juga tambang yang telah mengantongi izin resmi. Pengawasan terhadap tambang legal dilakukan untuk memastikan aktivitas pertambangan dijalankan sesuai perizinan, ketentuan lingkungan, dan standar operasional yang berlaku.
“Jadi tambang yang telah diberikan izin ataupun tambang yang liar akan kita awasi. Tujuannya agar pelaksanaannya bisa benar dan baik serta hasilnya nanti bermanfaat bagi masyarakat,” sambungnya.
Kapolda menilai penataan dan pengawasan pertambangan menjadi sangat penting mengingat berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, salah satu penyebab munculnya bencana seperti banjir, kerusakan lingkungan, dan abrasi tidak lepas dari pemanfaatan sumber daya alam yang tidak sesuai kaidah.
“Bencana yang sekarang ini terjadi itu karena proses pemanfaatan alam yang kurang baik. Oleh sebab itu, untuk menjamin itu semuanya, kita bersama-sama stakeholder lainnya melaksanakan operasi tertib tambang,” ujar Viktor.
Ia menegaskan, Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 bukan semata-mata penindakan hukum, tetapi juga langkah preventif dan edukatif. Aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha tambang mengenai pentingnya menjalankan aktivitas pertambangan secara tertib, aman, dan berwawasan lingkungan.
Dengan pengelolaan pertambangan yang baik dan benar, Viktor optimistis sektor ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara, pendapatan asli daerah, serta kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. Selain itu, pertambangan yang tertib juga diyakini dapat menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
“Kalau pelaksanaan tambangnya baik dan benar, saya yakin itu bisa memberikan pendapatan yang baik untuk negara, Pemda, dan juga masyarakat, sehingga yang diharapkan pelaksanaan tambang yang baik dan benar itu bisa berkelanjutan sampai nanti pada yang akan datang,” tutup Kapolda.
Polda Babel memastikan akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan selama Operasi Tertib Tambang Menumbing 2025 berlangsung. Masyarakat juga diimbau untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan aktivitas pertambangan yang dinilai merusak lingkungan atau melanggar aturan yang berlaku. (Sumber : detiksumbagsel, Editor : KBO Babel)











