KBOBABEL.COM (BANGKA) — Dugaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex yang tercampur air mencuat di Kabupaten Bangka. Seorang warga Sungailiat bernama Suryandi (30) melaporkan SPBU Parit Padang ke Polres Bangka setelah mobil miliknya mengalami kerusakan usai mengisi BBM di SPBU tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 25 Desember 2025, sekitar pukul 19.30 WIB, dan kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Selasa (30/12/2025)
Suryandi, warga Nelayan I Sungailiat, mengaku mengalami kerugian setelah mengisi BBM Pertamina Dex senilai Rp500 ribu untuk kendaraan Toyota Fortuner tahun 2024 miliknya. Tak lama setelah pengisian BBM, mobilnya menunjukkan tanda-tanda gangguan. Saat dalam perjalanan menuju Jembatan Emas, sensor kendaraan menyala dan menandakan adanya trouble pada sistem mesin.
Awalnya, Suryandi tidak langsung menaruh curiga pada BBM yang baru saja diisinya. Ia menduga gangguan tersebut berasal dari faktor teknis lain. Namun, karena kondisi kendaraan tidak kunjung normal, pada Jumat, 26 Desember 2025, ia membawa mobilnya ke bengkel Istana Agung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut sempat tertunda karena hari libur Natal.
“Hasil pemeriksaan teknisi membuat saya kaget. Mereka menemukan ada kandungan air di dalam tangki mobil saya. Tangki harus dikuras seluruhnya,” kata Suryandi saat ditemui wartawan.
Dari proses pengurasan tangki, bengkel mendapati sekitar dua jeriken atau kurang lebih 30 liter BBM jenis Pertamina Dex yang berwarna keruh dan diduga telah bercampur air. Setelah proses pengurasan dan perbaikan selesai, kendaraan Suryandi kembali normal. Namun, ia langsung mengaitkan temuan tersebut dengan BBM yang diisinya di SPBU Parit Padang pada malam sebelumnya.
Merasa dirugikan, Suryandi kemudian mendatangi SPBU Parit Padang untuk mengajukan komplain. Di lokasi, ia mengaku sempat terlibat perdebatan dengan manajer SPBU berinisial R. Pihak SPBU, menurut Suryandi, menyampaikan bahwa mesin nozzle pengisian BBM mereka tidak menunjukkan adanya kejanggalan atau kerusakan.
Untuk memastikan kebenaran, pihak SPBU mengajak Suryandi melakukan pengecekan langsung ke area tangki tanam bersama seorang teknisi. Dalam pengecekan tersebut, digunakan alat logam dan cairan pasta khusus untuk mendeteksi kandungan air di dalam tangki.
“Hari itu ada dua tangki yang dicek. Satu tangki Pertamina Dex dan satu lagi saya tidak tahu jenisnya. Di tangki Pertamina Dex, logam berubah warna menjadi pink sesuai penjelasan teknisi, yang menandakan ada kandungan air. Sementara tangki satunya dalam kondisi bersih,” jelas Suryandi.
Meski temuan tersebut dibenarkan oleh teknisi di lokasi, Suryandi mengaku kecewa karena pihak SPBU tidak bersedia bertanggung jawab atas kerugian yang ia alami. Ia menyebut hanya meminta penggantian biaya perbaikan bengkel dan biaya pembelian BBM pada malam kejadian, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi.
“Saya cuma minta diganti biaya bengkel dan BBM hari itu. Tapi pihak SPBU tidak mau tanggung jawab. Bahkan saya dipersilakan melapor dan memviralkan kejadian ini,” ujarnya dengan nada kecewa.
Suryandi juga mengungkapkan bahwa pada malam kejadian, SPBU Parit Padang sedang melakukan proses bongkar muat BBM Pertamina Dex dari mobil tangki ke tangki tanam SPBU. Ia mengaku menunggu sekitar 30 menit hingga proses tersebut selesai. Setelah itu, sekitar tiga menit kemudian, kendaraannya langsung diminta maju untuk dilakukan pengisian BBM.
“Waktu saya mau isi, mobil tangki Pertamina masih bongkar muat. Saya menunggu. Setelah selesai, tidak lama kemudian mobil saya langsung diisi BBM oleh petugas,” katanya.
Karena tidak menemukan itikad baik dari pihak SPBU, Suryandi akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangka pada Senin pagi, 29 Desember 2025. Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.
“Semoga ada titik terang dan bisa ditelusuri pihak yang berwajib, supaya kejadian seperti ini tidak dialami konsumen lain,” harapnya.
Sementara itu, General Manager SPBU Parit Padang, Ayen, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait dugaan BBM Pertamina Dex yang tercampur air tersebut.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Mauldi Waspani, seizin Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitya Putra, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan BBM bermasalah di SPBU Parit Padang. Ia menyatakan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Iya benar, sudah ada laporan yang masuk. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut,” kata Mauldi singkat.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan. Publik menanti hasil pemeriksaan aparat kepolisian guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pendistribusian BBM, serta bentuk pertanggungjawaban pihak SPBU terhadap konsumen yang dirugikan.










