
KBOBABEL.COM (Bangka Tengah) — Pasca terjadinya banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka Tengah pada akhir pekan lalu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Kabupaten Bangka Tengah bergerak cepat melakukan penanganan. Bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung, DPUTRP melakukan normalisasi saluran drainase di kawasan Jembatan Berok, Senin (12/1/2026). Selasa (13/1/2026)
Normalisasi dilakukan sebagai upaya mengatasi genangan air yang kerap terjadi di ruas jalan nasional tersebut. Dalam pelaksanaannya, satu unit alat berat berupa ekskavator berukuran kecil dikerahkan untuk mengeruk sedimen yang menumpuk di saluran drainase. Pengerukan difokuskan pada titik-titik yang mengalami penyempitan aliran air.

Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bangka Tengah beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kawasan tergenang banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Jembatan Berok, Kecamatan Koba, yang merupakan jalur vital penghubung antardaerah.
Kepala DPUTRP Kabupaten Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan normalisasi drainase ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam menanggapi keluhan masyarakat sekaligus mencegah banjir susulan.
“Hari ini kami dari DPUTRP berkolaborasi dengan BPJN Bangka Belitung. Dari hasil deteksi awal di lapangan, terdapat beberapa saluran drainase yang mengalami penyempitan serta sedimentasi cukup tebal. Hal inilah yang menyebabkan air meluap ke badan jalan,” ujar Fani.
Ia menjelaskan, selain faktor sedimentasi, aktivitas di sekitar jalan juga turut memengaruhi kondisi drainase. Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya melakukan pengerukan, tetapi juga memberikan imbauan kepada para pemilik usaha di sekitar lokasi agar ikut berperan aktif dalam menjaga dan memperbaiki saluran drainase di lingkungannya masing-masing.
“Penataan ini kami harapkan menjadi langkah awal dalam penanganan banjir di kawasan Jembatan Berok. Jika aliran air kembali lancar, maka genangan bisa diminimalkan,” jelasnya.
Fani menambahkan, kolaborasi dengan BPJN dilakukan karena ruas jalan yang terdampak merupakan jalan nasional. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, penanganan banjir diharapkan bisa dilakukan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kewenangan jalan nasional berada di BPJN. Oleh karena itu, kami bekerja bersama agar kondisi drainase dapat dikembalikan seperti semula dan tidak terjadi lagi penyempitan yang berpotensi menimbulkan genangan air,” imbuhnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Jalan Namang–Koba–Toboali BPJN Bangka Belitung, Anggoro, mengatakan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap persoalan genangan air yang terjadi di kawasan Jembatan Berok dan Jembatan Nibung.
Menurut Anggoro, genangan di ruas jalan nasional tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Untuk di Jembatan Berok ini, kami sedang melakukan normalisasi saluran drainase. Insyaallah, setelah pekerjaan ini selesai, tidak ada lagi genangan hingga ke bahu jalan,” kata Anggoro.
Ia menegaskan BPJN akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan genangan, terutama saat musim hujan. Jika ditemukan permasalahan serupa, langkah penanganan akan segera dilakukan agar tidak berdampak lebih luas.
Dengan dilakukannya normalisasi drainase ini, pemerintah daerah berharap kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui, serta kejadian banjir dan genangan air di kawasan Jembatan Berok dapat diminimalisasi ke depannya. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)








