Mudik Lebaran 2026, TNI Siapkan KRI Semarang dan KRI Banda Aceh Angkut Pemudik

Bantu Pemudik, TNI Sediakan Kapal Perang Gratis Rute Jakarta–Bangka Belitung hingga Surabaya

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan dua kapal perang untuk membantu masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis pada perayaan Idulfitri 2026. Dua kapal tersebut adalah KRI Semarang dan KRI Banda Aceh yang akan digunakan untuk mengangkut pemudik dari berbagai daerah. Jum’at (12/3/2026)

Panglima TNI Agus Subiyanto mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman selama libur Lebaran.

banner 336x280

Hal itu disampaikan Agus saat menghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

“TNI Angkatan Laut menggelar dua KRI, yaitu KRI Semarang dengan rute Jakarta–Bangka Belitung kemudian kembali lagi ke Jakarta. Kemudian KRI Banda Aceh dengan rute Jakarta–Semarang–Surabaya dan kembali ke Jakarta,” kata Agus.

Menurutnya, penyediaan kapal perang untuk program mudik gratis ini bertujuan membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya transportasi atau kesulitan mendapatkan tiket perjalanan selama periode arus mudik Lebaran.

Selain itu, penggunaan kapal perang sebagai sarana transportasi mudik juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur darat yang biasanya mengalami lonjakan kendaraan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Agus menjelaskan bahwa program ini juga menjadi salah satu bentuk keterlibatan TNI dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat selama momentum mudik Lebaran.

Tidak hanya menyediakan sarana transportasi laut, TNI juga menyiapkan kekuatan personel dalam jumlah besar untuk mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Panglima TNI mengungkapkan bahwa sebanyak 105.365 personel telah disiagakan untuk membantu pengamanan selama periode libur Idulfitri.

Personel tersebut berasal dari berbagai satuan di lingkungan TNI, mulai dari Markas Besar TNI hingga tiga matra utama yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Keterlibatan personel TNI tersebut dilakukan untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik.

Selain fokus pada pengamanan arus mudik, TNI juga menyiapkan personel untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama periode libur panjang, termasuk potensi bencana alam.

Menurut Agus, kesiapsiagaan ini penting mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu serta tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.

Tak hanya personel, TNI juga menyiagakan berbagai peralatan pendukung guna memastikan operasional pengamanan berjalan maksimal.

Sebanyak 3.501 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kendaraan operasional telah disiapkan untuk mendukung kegiatan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik.

Peralatan tersebut mencakup berbagai jenis kendaraan operasional, peralatan logistik, serta sarana pendukung lain yang dapat digunakan untuk membantu penanganan situasi darurat apabila diperlukan.

Agus menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan kepolisian menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran tahun ini.

Ia menilai kehadiran aparat keamanan di berbagai titik strategis sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman.

“TNI dan Polri harus senantiasa hadir untuk rakyat, memberikan rasa aman, menjamin kelancaran perjalanan, serta memastikan keselamatan para pemudik dari berbagai potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa apel gelar pasukan yang digelar menjelang Operasi Ketupat 2026 merupakan bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

Apel tersebut juga menjadi simbol komitmen seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan, baik dari TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun instansi terkait lainnya.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapan bersama dalam rangka mengamankan perayaan Idulfitri serta arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026,” kata Agus.

Dengan dukungan sarana transportasi, personel, serta peralatan yang telah disiapkan, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *