KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun memimpin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Hidayat Arsani mencatatkan berbagai capaian yang dinilai signifikan dalam mendorong kemajuan daerah. Sejumlah kebijakan dan langkah strategis yang dilakukan pemerintah provinsi mulai menunjukkan hasil dengan diraihnya puluhan penghargaan di tingkat nasional. Jum’at (13/3/2026)
Tercatat selama 11 bulan sejak resmi dilantik pada 17 April 2025, Hidayat Arsani berhasil membawa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih sedikitnya 28 penghargaan nasional dari berbagai lembaga pemerintah maupun institusi independen. Deretan penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Capaian tersebut diungkapkan langsung oleh Hidayat Arsani saat menjadi narasumber dalam sebuah podcast bersama media lokal yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos, Ade Mayasanto, Kamis malam (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Hidayat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bangka Belitung yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin daerah yang dikenal dengan julukan Negeri Serumpun Sebalai tersebut.
“Terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat Bangka Belitung kepada saya. Alhamdulillah dengan doa masyarakat dan dukungan seluruh stakeholder, kami berhasil meraih 28 penghargaan nasional. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Hidayat.
Salah satu penghargaan yang dinilai paling prestisius adalah keberhasilan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung meraih posisi kedua sebagai Pemerintah Daerah Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Tata Kelola Pemerintahan Daerah tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran serta administrasi pemerintahan.
Menurut Hidayat, penghargaan dari KPK tersebut memiliki makna penting karena diperoleh melalui proses penilaian yang ketat dan menyeluruh.
“Penghargaan dari KPK ini tidak mudah untuk diraih dan sangat berat untuk dipertahankan. Tim mereka datang langsung ke daerah untuk melihat bagaimana tata kelola pemerintahan dijalankan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya melakukan efisiensi anggaran serta mencegah berbagai potensi penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan.
“Efisiensi dan pemborosan kita benahi. Tidak ada lagi praktik main proyek atau main mutasi. Semua kita tata agar pemerintahan berjalan lebih bersih dan profesional,” kata Hidayat.
Ia juga menegaskan bahwa integritas menjadi prinsip utama yang selalu ia tekankan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.
Dalam setiap kesempatan, Hidayat mengingatkan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung untuk bekerja secara profesional dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan negara.
“Saya selalu menyampaikan kepada jajaran agar bekerja keras secara profesional dan jangan sekali-kali merugikan negara,” tegasnya.
Selain memperkuat tata kelola pemerintahan, pemerintah provinsi juga menjalankan berbagai program pembangunan di sejumlah sektor strategis.
Beberapa sektor yang menjadi fokus utama antara lain pendidikan, kesehatan, perkebunan, serta pengembangan sektor pariwisata.
Di sektor perkebunan, pemerintah provinsi tengah mendorong pengembangan program perkebunan kelapa yang ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Program tersebut direncanakan melibatkan investor besar yang akan membangun fasilitas pengolahan di dua pulau utama di Bangka Belitung.
“Untuk sektor perkebunan kita ada program kelapa yang ditargetkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Nantinya perusahaan akan dibangun di Pulau Bangka dan Pulau Belitung, dan investor sudah hampir 99 persen siap,” ungkapnya.
Di sektor pariwisata, pemerintah provinsi juga menaruh perhatian besar pada pengembangan destinasi wisata di Pulau Belitung.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah peningkatan fasilitas infrastruktur, termasuk perbaikan bandara dan penataan kawasan pantai untuk meningkatkan daya tarik wisata.
Selain itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan membatasi aktivitas pertambangan di kawasan wisata.
“Untuk pariwisata di Belitung, bandara akan diperbaiki dan kawasan pantai juga akan ditata. Kami juga memiliki komitmen bahwa di Belitung tidak ada kapal isap,” ujarnya.
Pengembangan sektor pariwisata tersebut juga akan didukung oleh sektor pertanian, salah satunya melalui pengembangan komoditas durian Musang King yang dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan.
Menurut Hidayat, berbagai program pembangunan yang dijalankan tidak hanya difokuskan pada Pulau Bangka, tetapi juga melibatkan Pulau Belitung agar pembangunan dapat berjalan secara merata.
Ia menegaskan bahwa kesetaraan pembangunan antara kedua wilayah tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Bangka, tetapi juga merata hingga Pulau Belitung. Semua harus merasakan manfaatnya,” katanya.
Meski diakui tidak mudah menjalankan berbagai program pembangunan dalam waktu yang relatif singkat, Hidayat tetap optimistis bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ia meyakini bahwa sektor pertambangan, perkebunan, dan pariwisata dapat menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi masyarakat Bangka Belitung.
“Percayalah kepada saya, kepemimpinan saya bukan untuk kepentingan pribadi. Saya yakin Bangka Belitung bisa menjadi lebih hebat lagi,” ujarnya.
Dengan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan, Hidayat berharap kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung dapat terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya optimistis melalui penguatan sektor pertimahan, perkebunan, pariwisata, dan sektor lainnya, ekonomi masyarakat Bangka Belitung bisa bangkit dan semakin berkembang,” tutupnya. (Faras Prakasa/KBO Babel)











