Edi Nasapta Apresiasi Rute Singapura–Belitung, Dorong Sektor Wisata Kembali Bergairah

Belitung Kembali Mendunia! Scoot Terbang Perdana, Ekonomi dan Wisata Diprediksi Melejit

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (TANJUNG PANDAN) – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyampaikan apresiasi atas hadirnya kembali penerbangan internasional ke Belitung melalui maskapai Scoot dengan rute Singapura–Tanjung Pandan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 3 Mei 2026. Senin (27/4/2026)

Menurut Edi, pembukaan rute internasional tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pariwisata Belitung sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

banner 336x280

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Belitung yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan kembali konektivitas internasional ke daerah tersebut.

Apresiasi khusus disampaikan kepada Bupati Belitung Joni Alamsyah, Wakil Bupati Belitung Syamsir, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah bekerja keras menyiapkan berbagai kebutuhan guna mendukung penerbangan perdana tersebut.

“Ini momentum penting dan patut kita syukuri bersama. Kehadiran penerbangan internasional ini menandakan Belitung kembali dilirik sebagai destinasi unggulan. Kita berharap ini menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Edi.

Sebagai putra daerah Belitung, Edi menilai daerah itu memiliki potensi wisata yang sangat besar dan mampu bersaing dengan destinasi lain di tingkat nasional maupun regional.

Belitung dikenal memiliki keindahan pantai berpasir putih, batu granit raksasa, laut yang jernih, hingga suasana alam yang masih terjaga. Salah satu ikon wisata yang terkenal hingga mancanegara adalah Pantai Tanjung Tinggi.

Kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik dan mancanegara karena panorama alamnya yang khas dan berbeda dari destinasi pantai lainnya di Indonesia.

Selain Pantai Tanjung Tinggi, Belitung juga memiliki berbagai objek wisata lain seperti Pulau Lengkuas, Pantai Tanjung Kelayang, wisata bahari pulau-pulau kecil, wisata kuliner khas daerah, serta kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan.

Edi mengatakan, masuknya maskapai internasional seperti Scoot menjadi peluang besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing, terutama dari Singapura dan negara-negara sekitar.

Dengan akses penerbangan langsung, wisatawan mancanegara akan lebih mudah menjangkau Belitung tanpa harus transit melalui kota besar lain di Indonesia.

Menurut dia, kondisi ini tentu akan berdampak positif terhadap sektor perhotelan, restoran, transportasi lokal, UMKM, jasa perjalanan wisata, hingga penjualan produk kerajinan masyarakat.

Namun demikian, Edi mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Belitung tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pariwisata semata.

Ia menegaskan, Belitung memiliki karakter ekonomi yang kuat karena ditopang banyak sektor usaha yang sejak lama menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Sejarah membuktikan masyarakat Belitung mampu bertahan melalui berbagai sektor, mulai dari pertambangan timah, perkebunan kelapa sawit, lada, hingga perikanan. Pariwisata hadir sebagai sektor baru yang menjanjikan, namun tidak boleh mengesampingkan sektor lainnya,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong agar pengembangan pariwisata berjalan seiring dengan penguatan sektor pertanian, perkebunan, kelautan, kehutanan, dan pertambangan yang dikelola secara berkelanjutan.

Menurutnya, keseimbangan antar sektor akan menciptakan fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan tidak mudah terguncang ketika salah satu sektor mengalami perlambatan.

Lebih lanjut, Edi menilai kehadiran penerbangan internasional harus diikuti kesiapan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, maskapai tidak akan bertahan lama apabila tingkat kunjungan wisatawan tidak stabil atau fasilitas pendukung belum memadai.

Karena itu, promosi wisata harus dilakukan secara konsisten dan tepat sasaran. Pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata diminta aktif memperkenalkan Belitung melalui berbagai platform promosi modern.

“Promosi tidak harus selalu dengan anggaran besar, tetapi harus tepat strategi, kreatif, dan kolaboratif. Semua pihak harus terlibat,” katanya.

Selain promosi, ia juga menilai pentingnya menghidupkan kembali peran biro perjalanan wisata, pemandu wisata lokal, penyedia transportasi, hotel, restoran, dan pelaku ekonomi kreatif agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Edi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan. Menurut dia, keramahan masyarakat, kebersihan destinasi, keamanan, dan kenyamanan merupakan faktor penting agar wisatawan ingin datang kembali.

Ia berharap momentum penerbangan Scoot ini tidak hanya menjadi seremoni sesaat, melainkan awal dari pemulihan pariwisata Belitung pascapandemi dan tekanan ekonomi global beberapa tahun terakhir.

“Harapan kita bersama, pariwisata benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, namun tetap ditopang sektor-sektor lain yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Belitung,” ujarnya.

Dengan dibukanya rute Singapura–Tanjung Pandan, Belitung diharapkan kembali masuk peta destinasi wisata internasional dan mampu menarik lebih banyak investasi di bidang pariwisata maupun sektor penunjang lainnya.

Pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat pun diharapkan menjaga momentum tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Belitung. (M.Zen/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *