
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menerima bantuan tiga unit tempat sampah anorganik dari perusahaan minuman kemasan Bolesa sebagai bentuk dukungan terhadap program kebersihan dan pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sabtu (30/5/2026)
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, di Rumah Residen Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (29/5/2026). Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Wali Kota Pangkalpinang, yang akrab disapa Prof. Udin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bolesa terhadap persoalan kebersihan lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah plastik yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah perkotaan.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan langkah positif yang menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga kebersihan kota. Ia menilai keterlibatan perusahaan melalui program CSR memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, termasuk pengelolaan lingkungan.
“Pagi ini kita menerima bantuan dari Bolesa kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan masyarakat Kota Pangkalpinang. Bantuan ini diberikan dalam rangka kita menjaga kebersihan kota, tentunya dari sampah-sampah plastik yang ada di Kota Pangkalpinang,” ujar Prof. Udin.
Ia menjelaskan bahwa tiga unit tempat sampah yang diberikan merupakan fasilitas khusus untuk menampung sampah anorganik, terutama sampah plastik dan kaleng minuman. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Prof. Udin, pemilahan sampah menjadi salah satu langkah penting dalam pengelolaan sampah modern karena dapat mempermudah proses daur ulang serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Ini khusus untuk sampah anorganik, spesifiknya untuk sampah plastik dan satu lagi untuk kaleng minuman. Nanti akan diletakkan di tempat umum sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik,” katanya.
Wali Kota juga menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tahap awal dari kerja sama yang diharapkan terus berkembang. Pemkot Pangkalpinang membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung program kebersihan dan pelestarian lingkungan melalui skema CSR.
Ia berharap semakin banyak pihak swasta yang terlibat dalam membantu pemerintah daerah menghadirkan fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Program ini merupakan salah satu program kita yang bersumber dari dana-dana CSR rekan-rekan perusahaan swasta. Tentunya kami berharap ke depannya akan lebih banyak lagi perusahaan yang bisa membantu masyarakat Kota Pangkalpinang, sehingga kota ini menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman dengan berkurangnya sampah-sampah plastik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Udin mengatakan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, serta lembaga pendidikan agar budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Menurutnya, penyediaan sarana dan prasarana seperti tempat sampah harus diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta melakukan pemilahan sesuai jenis sampah.
“Kesadaran masyarakat menjadi faktor yang sangat penting. Fasilitas sudah kita siapkan, namun yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Terkait lokasi penempatan tiga unit tempat sampah tersebut, Pemkot Pangkalpinang akan menyerahkan pengaturannya kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang. Instansi tersebut nantinya akan menentukan titik-titik strategis yang dianggap membutuhkan fasilitas pengelolaan sampah anorganik.
“Untuk penempatannya nanti akan kami serahkan kepada DLH. Yang jelas akan ditempatkan di tempat publik atau fasilitas publik yang mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Pemilihan lokasi di ruang publik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan tempat sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemisahan sampah berdasarkan jenisnya.
Sementara itu, bantuan dari Bolesa ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan upaya pengurangan sampah plastik di Kota Pangkalpinang dapat berjalan lebih optimal.
Pemkot Pangkalpinang sendiri terus berupaya memperkuat berbagai program kebersihan dan pengelolaan lingkungan, mulai dari edukasi kepada masyarakat, peningkatan fasilitas pengelolaan sampah, hingga menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Dengan adanya tambahan fasilitas tempat sampah anorganik tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta berperan aktif dalam mengurangi pencemaran akibat sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di kawasan perkotaan. (Ahmad Handira Sandy/KBO Babel)









