Kecelakaan Maut di Bangka Tengah, Truk Mundur Tak Terkendali Hantam Penjual Jamu hingga Meninggal Dunia

Truk Bermuatan 10 Ton Beras Gagal Menanjak di Namang, Mundur Hantam Penjual Jamu hingga Tewas

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas jalan Desa Jelutung I, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor sambil membawa gerobak berisi dagangan jamu dan obat herbal meninggal dunia setelah tertabrak truk Toyota Dyna yang diduga gagal menanjak dan meluncur mundur. Sabtu (18/7/2026)

Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Suara benturan keras membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian dan memberikan pertolongan kepada korban.

banner 336x280

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk Toyota Dyna itu sedang mengangkut sekitar 200 karung beras dengan berat masing-masing 50 kilogram. Total muatan diperkirakan mencapai sekitar 10 ton.

Saat melintasi tanjakan di kawasan Desa Jelutung I, kendaraan berat tersebut diduga kehilangan tenaga sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan ke atas. Dalam hitungan detik, truk bergerak mundur secara tidak terkendali.

Di belakang truk saat itu melaju sebuah sepeda motor Honda Beat yang dikendarai seorang perempuan. Korban diketahui membawa gerobak kecil yang berisi botol-botol dagangan jamu dan obat herbal yang biasa dijual secara keliling.

Karena jarak yang terlalu dekat dan kejadian berlangsung sangat cepat, korban tidak sempat menghindar ketika truk meluncur mundur.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Sepeda motor beserta gerobak dagangan korban langsung tertabrak sebelum akhirnya terpental ke dalam selokan di pinggir jalan.

Tidak hanya kendaraan korban yang mengalami kerusakan parah, gerobak beserta puluhan botol jamu dan obat herbal juga berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Warga yang pertama kali tiba di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun kondisi korban sudah sangat memprihatinkan akibat benturan keras yang diterimanya.

Salah seorang warga Desa Jelutung I, Edo, mengatakan suara tabrakan terdengar sangat keras sehingga membuat masyarakat sekitar keluar rumah dan mendatangi lokasi.

Menurutnya, saat warga tiba, korban sudah berada di dalam selokan bersama sepeda motor dan gerobak dagangannya.

“Korban mengendarai Honda Beat yang tersambung dengan gerobak berisi jamu dan obat herbal. Setelah tertabrak truk yang mundur, korban masuk ke dalam selokan. Motor dan gerobaknya rusak parah,” ujar Edo.

Ia mengatakan warga sempat berniat memberikan pertolongan. Namun setelah melihat kondisi korban, mereka menduga perempuan tersebut telah meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

“Waktu kami lihat, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Luka di bagian kepala cukup parah sehingga kami menunggu petugas datang untuk melakukan evakuasi,” katanya.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, personel Satlantas Polres Bangka Tengah bersama anggota kepolisian lainnya tiba di lokasi.

Petugas langsung memasang garis polisi untuk mengamankan area kecelakaan sekaligus mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat banyaknya warga yang memadati lokasi.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi menuju rumah sakit guna dilakukan proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan juga diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga berita ini ditulis, identitas lengkap korban masih belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Petugas masih berupaya menghubungi pihak keluarga korban sambil melakukan proses identifikasi.

Di sisi lain, Satlantas Polres Bangka Tengah juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi telah dimintai keterangan, termasuk pengemudi truk dan warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu.

Polisi akan mendalami berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi teknis kendaraan, sistem pengereman, kemampuan kendaraan saat melintasi tanjakan, hingga dugaan adanya kelebihan muatan.

Selain itu, aspek kelalaian pengemudi juga menjadi bagian dari proses penyelidikan guna memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Pemeriksaan terhadap dokumen kendaraan, kondisi rem, serta kelayakan operasional truk diperkirakan akan dilakukan untuk melengkapi hasil penyelidikan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di jalur yang memiliki kontur menanjak, terutama bagi kendaraan angkutan barang dengan muatan berat.

Pengemudi kendaraan angkutan diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum beroperasi, termasuk memeriksa sistem pengereman, mesin, dan memastikan muatan tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.

Di sisi lain, pengguna jalan juga diminta menjaga jarak aman ketika berada di belakang kendaraan besar, khususnya saat melintasi jalan menanjak maupun menurun.

Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan hasil pemeriksaan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa seorang penjual jamu tersebut. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi aparat dalam menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *