Explore Babel 2026 Jadi Momentum UMKM Naik Kelas, Ekonomi Kreatif Babel Didorong Makin Berdaya

Digelar Tiga Hari di Pangkalpinang, Explore Babel 2026 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Explore Babel 2026 resmi digelar di Alun-Alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Jumat (28/8/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dunia usaha, pemerintah, perbankan, komunitas dan masyarakat. Sabtu (29/8/2026)

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani, mengatakan Explore Babel 2026 memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan beragam potensi daerah.

banner 336x280

Menurutnya, berbagai kekayaan lokal yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut mencakup kuliner, musik tradisional, budaya, produk UMKM, kerajinan hingga destinasi pariwisata unggulan.

“ Kegiatan Explore Babel 2026 menjadi penyemangat bagi para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung untuk terus berkarya sekaligus mengembangkan potensi daerah,” kata Elius Gani dalam acara pembukaan.

Lebih dari 100 UMKM lokal dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, produk kreatif, kerajinan wastra atau kain lokal hingga berbagai produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai tambah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata Elius, memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan penting untuk mendorong transformasi ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memberikan ruang, akses dan kesempatan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berkembang. Dukungan tersebut diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan inovasi, kualitas produk, memperkuat daya saing sekaligus memperluas pasar.

Menurut Elius, pengembangan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting agar potensi lokal dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Ia menilai kerja sama pemerintah bersama Bank Indonesia melalui Explore Babel 2026 menjadi contoh penting bahwa penguatan ekonomi membutuhkan sinergi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM dan masyarakat.

“Pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap potensi budaya dan kekayaan lokal Babel tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi mampu dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin potensi budaya dan kekayaan lokal Bangka Belitung menjadi warisan yang kita banggakan dan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

BI Dorong Diversifikasi Ekonomi Babel

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Ghozali mengatakan Explore Babel 2026 yang memasuki penyelenggaraan keenam menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Babel Berdaya dan Berkelanjutan.”

Menurut Ricky, tema tersebut sejalan dengan falsafah Serumpun Sebalai yang menempatkan keberagaman sebagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

“Potensi daerah hanya akan menghasilkan dampak besar apabila pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam harmoni,” ujar Ricky.

Ia menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tercatat tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan. Sementara ekonomi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh sebesar 4,01 persen.

Dari sisi inflasi, Babel pada Juli 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,62 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.

Meski demikian, Ricky menyebut struktur ekonomi Babel masih menghadapi sejumlah tantangan.

Aktivitas konstruksi serta sektor akomodasi dan makan minum menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan juga didukung sektor pertanian dan perdagangan, termasuk komoditas kelapa sawit dan perikanan.

Di sisi lain, aktivitas timah dan ekspor sejumlah komoditas unggulan masih menghadapi tantangan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah untuk memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Diversifikasi dan peningkatan nilai tambah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegasnya.

Produk Lokal Diminta Naik Kelas

Ricky menilai Babel memiliki banyak produk lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Beberapa di antaranya adalah produk olahan hasil laut, lada, kerajinan, fesyen serta kain tenun cual.

Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas agar produk lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar daerah, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar nasional dan internasional.

Penguatan kemasan, branding, pemasaran, pembayaran digital, akses pembiayaan dan jaringan pasar dinilai menjadi sejumlah aspek yang harus terus diperhatikan oleh pelaku UMKM.

Melalui Explore Babel 2026, pelaku UMKM diberikan ruang untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama dan pasar baru.

Tahun ini, kegiatan tersebut juga mengeksplorasi sejumlah sektor, antara lain pariwisata, kuliner halal, ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Bank Indonesia mendorong tiga langkah utama untuk memperkuat perekonomian Babel.

Pertama, memperkuat hilirisasi produk unggulan daerah. Kedua, menghubungkan UMKM dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ketiga, memperkuat ekosistem UMKM melalui digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan.

Ada Penguatan Kerja Sama Antardaerah

Dalam pembukaan Explore Babel 2026, turut dilakukan sejumlah agenda pendukung. Di antaranya penguatan Kerja Sama Antardaerah (KAD) antara Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah.

Selain itu, dilakukan pula peluncuran Desa Devisa serta penyerahan bantuan sarana dan prasarana.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Explore Babel 2026 tidak hanya berorientasi pada pameran produk UMKM. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui kolaborasi dan pembukaan akses pasar.

Pembukaan kegiatan dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Ghozali, unsur Forkopimda, para bupati, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perbankan dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Sentosa juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan berlangsungnya Explore Babel selama tiga hari, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi semata. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas, melakukan inovasi dan memperluas jaringan pemasaran.

Pada akhirnya, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi diversifikasi ekonomi Babel sehingga daerah tidak hanya bergantung pada komoditas tertentu, tetapi memiliki semakin banyak sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Adinda Putri Nabiilah/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *