Pawai Kemerdekaan Tinggalkan 36 Ton Sampah, DLH Pangkalpinang Soroti Dominasi Plastik Sekali Pakai

Bikin Geleng Kepala! Dua Hari Pawai Pangkalpinang Hasilkan 36 Ton Sampah, Warga Diimbau Jaga Kebersihan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Antusiasme ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pangkalpinang berdampak pada meningkatnya volume sampah. Sabtu (29/8/2026)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang mencatat sedikitnya 36 ton sampah terkumpul selama dua hari pelaksanaan pawai. Sampah tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas masyarakat yang menyaksikan maupun mengikuti rangkaian kegiatan.

banner 336x280

Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan volume sampah pada hari kedua pelaksanaan pawai mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan hari pertama.

Pada hari pertama, petugas kebersihan mengangkut sekitar 12 ton sampah. Jumlah tersebut kemudian meningkat dua kali lipat pada hari berikutnya dengan volume mencapai sekitar 24 ton.

“Untuk dua hari pawai, volume sampah mencapai 36 ton. Hari pertama 12 ton, kemudian hari kedua dua kali lipat sampai 24 ton,” kata Fahrizal kepada Bangkapos.com, Jumat (28/8/2026).

Menurut Fahrizal, tingginya volume sampah tidak terlepas dari jumlah masyarakat yang memadati ruas jalan sepanjang rute pawai.

Ribuan warga datang untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta pawai. Kepadatan penonton tersebut secara langsung meningkatkan aktivitas konsumsi di sepanjang jalur kegiatan.

Berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual selama kegiatan turut menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Sampah yang ditemukan petugas didominasi oleh barang-barang sekali pakai.

Jenis sampah tersebut antara lain botol plastik, gelas atau cup minuman, wadah makanan hingga tusuk sate.

Kondisi tersebut membuat petugas DLH harus bekerja ekstra untuk membersihkan ruas jalan setelah kegiatan pawai berakhir.

Petugas tidak hanya melakukan pengumpulan sampah, tetapi juga memastikan sampah yang berserakan di sepanjang rute segera diangkut sehingga jalan dapat kembali digunakan masyarakat dalam kondisi bersih.

“Tim kebersihan selesai menyapu sampah sampai sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Fahrizal.

Ratusan Petugas Disiagakan

Untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama rangkaian perayaan HUT ke-81 RI, DLH Pangkalpinang sebelumnya telah menyiagakan ratusan personel kebersihan.

Petugas ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi jalur pawai serta lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi masyarakat.

Armada pengangkut sampah juga disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan setelah kegiatan selesai.

Langkah tersebut dilakukan karena pawai PBB dan karnaval diperkirakan menjadi kegiatan yang menarik jumlah penonton cukup besar.

Dengan jumlah masyarakat yang tinggi, potensi penumpukan sampah juga semakin besar.

Petugas kemudian bekerja hingga malam untuk membersihkan lokasi. Sampah yang terkumpul diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan DLH.

Fahrizal mengatakan upaya tersebut diperlukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat sampah yang menumpuk setelah pelaksanaan pawai.

Pawai Kendaraan Diprediksi Lebih Sedikit Sampah

Rangkaian perayaan kemerdekaan di Pangkalpinang masih berlanjut dengan agenda pawai kendaraan.

Meski demikian, DLH memprediksi volume sampah pada kegiatan tersebut tidak akan sebesar pawai baris-berbaris (PBB) dan karnaval yang telah berlangsung sebelumnya.

“Besok masih ada pawai kendaraan. Tapi kami prediksi sampahnya tidak sebanyak pawai PBB dan karnaval,” kata Fahrizal.

Menurutnya, karakteristik pawai kendaraan berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Pawai kendaraan biasanya tidak menyebabkan konsentrasi penonton sebanyak karnaval maupun pawai PBB.

“Biasanya pawai kendaraan tidak terlalu ramai dan sampah tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Meski memperkirakan volume sampah lebih rendah, DLH tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan sampah selama kegiatan berlangsung.

Penanganan sampah tetap menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan dapat berjalan dengan nyaman.

Warga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan

Di tengah tingginya volume sampah selama kegiatan pawai, DLH Pangkalpinang mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan.

Fahrizal meminta penonton maupun peserta pawai tidak meninggalkan sampah di sepanjang jalan. Masyarakat juga diminta memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan.

Menurutnya, persoalan kebersihan dalam kegiatan dengan jumlah peserta dan penonton yang besar tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan DLH.

Selain membuang sampah pada tempatnya, masyarakat juga diharapkan mulai mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai.

Momentum perayaan kemerdekaan dinilai dapat menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membawa wadah minum atau tempat makanan yang dapat digunakan berulang kali ketika menghadiri kegiatan di ruang publik.

Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dinilai penting karena sebagian besar sampah yang ditemukan selama pawai merupakan sampah yang sulit dihindari ketika masyarakat membeli makanan dan minuman.

DLH juga mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Pemilahan dapat mempermudah proses pengelolaan sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sejumlah jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Tingginya volume sampah hingga mencapai 36 ton selama dua hari pawai menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan kegiatan publik di Pangkalpinang.

Di satu sisi, tingginya jumlah sampah menunjukkan besarnya aktivitas masyarakat selama perayaan kemerdekaan. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan perlunya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan.

Dengan masih adanya rangkaian kegiatan pawai kendaraan, DLH berharap masyarakat dapat belajar dari kegiatan sebelumnya dan lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Perayaan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya menjadi momentum memperingati kemerdekaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, peserta pawai, pelaku usaha dan masyarakat, kegiatan besar di Kota Pangkalpinang diharapkan tetap berlangsung meriah tanpa meninggalkan persoalan sampah yang berlebihan. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *