Operasi Patuh Menumbing 2026 Digelar Dua Pekan, Polda Babel Perketat Pengawasan Pelanggaran Lalu Lintas
- account_circle Farraz Prakasa
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Polda Bangka Belitung menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Patuh Menumbing 2026, Senin (26/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dimulainya operasi tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di halaman Markas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Senin (26/10/2026).
Apel dipimpin Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Babel, Kombes Pol Harry Ganda Butar Butar, dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”
Dalam arahannya, Harry menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Menumbing 2026 bukan sekadar agenda rutin kepolisian. Operasi tersebut harus menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana pendukung sebelum operasi dilaksanakan. Kegiatan ini juga menjadi momentum menyatukan komitmen seluruh pihak dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas di Bangka Belitung.
Harry mengingatkan bahwa persoalan lalu lintas harus mendapatkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan. Sebab, lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa manusia.
“Keberhasilan operasi lalu lintas tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi keberhasilan harus dilihat dari kemampuan mencegah kecelakaan dan menyelamatkan jiwa manusia,” kata Harry saat membacakan sambutan dalam apel tersebut.
Ia menegaskan, seluruh personel kepolisian harus mengubah pola pikir dan pola tindakan dalam menjalankan tugas di lapangan. Polisi tidak boleh hanya bertindak setelah kecelakaan terjadi, melainkan harus mampu mendeteksi potensi bahaya sejak dini.
“Kita harus mengubah pola pikir dan pola tindak dalam pelaksanaan tugas. Kita tidak boleh hanya bergerak setelah terjadi laka, tetapi harus hadir lebih awal mengidentifikasi, mencegah dan meminimalkan risiko kecelakaan,” tegasnya.
Karakteristik Wilayah Babel Jadi Perhatian
Harry menjelaskan, Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan memiliki karakteristik lalu lintas tersendiri. Pergerakan masyarakat, aktivitas perekonomian, serta mobilitas kendaraan di berbagai daerah menimbulkan tantangan berbeda dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, pelaksanaan operasi harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerawanan lalu lintas di masing-masing wilayah.
“Maka dari itu, kondisi ini menuntut kita untuk melaksanakan operasi secara terarah, terukur dan berbasis pada pemetaan kerawanan masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Ia meminta jajaran polisi lalu lintas tidak menjadikan Operasi Patuh Menumbing sebagai kegiatan penindakan semata. Pendekatan edukatif, persuasif, humanis, dan preventif harus dikedepankan agar masyarakat memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Penegakan hukum tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, terutama terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Harry berharap operasi tersebut mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat, mengurangi risiko kecelakaan fatal, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Saya berharap, seluruh personel dapat menjadikan operasi ini sebagai momentum memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri. Ingat, keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Setiap yang kita lakukan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lima Pelanggaran Jadi Sasaran Utama
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Babel, Kombes Pol Oskar Syamsuddin, menjelaskan bahwa Operasi Patuh Menumbing 2026 akan memprioritaskan sejumlah pelanggaran yang dinilai berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sedikitnya terdapat lima jenis pelanggaran yang menjadi perhatian utama kepolisian, yakni pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman, kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan, serta pengendara yang menerobos lampu merah.
Menurut Oskar, penentuan sasaran tersebut didasarkan pada hasil evaluasi terhadap pelanggaran yang kerap ditemukan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.
“Itulah yang menjadi sasaran utama kami setelah dari evaluasi yang ada ini merupakan pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi dan menjadi fatalitas yang menyebabkan laka lantas,” jelasnya.
Oskar menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberhasilan operasi. Ia menilai budaya tertib berlalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya melalui pengawasan dan penindakan aparat kepolisian.
Kesadaran pengendara untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu lalu lintas, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Karena itu, jajaran Polantas diminta membangun sinergi dengan masyarakat melalui edukasi dan pendekatan yang mengutamakan keselamatan bersama.
“Tentunya operasi ini diharapkan polisi bersama masyarakat sesuai tagline yang ada dapat terwujud, bagaimana masyarakat juga ikut berperan aktif dalam ketertiban berlalu lintas, sehingga budaya tertib berlalu lintas ini bisa kita wujudkan bersama,” harap Oskar.
Melalui Operasi Patuh Menumbing 2026, Polda Babel berharap kepatuhan berlalu lintas semakin meningkat, pelanggaran berisiko tinggi dapat ditekan, dan angka kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dapat diminimalkan.
Kepolisian juga mengajak seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama setiap kali berkendara, bukan sekadar kewajiban ketika terdapat petugas yang melakukan pengawasan.
Operasi selama dua pekan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya disiplin berlalu lintas di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus menciptakan kondisi jalan raya yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat. (Sumber : Polda Babel, Editor : KBO Babel)
- Penulis: Farraz Prakasa
- Editor: Sri Rezeki





Saat ini belum ada komentar