Ketua DPRD Babel Sebut Keretakan Gubernur-Wagub Hanya Miskomunikasi, Minta Polemik Segera Diselesaikan

Didit Srigusjaya: Keretakan Gubernur-Wagub Babel Hanya Miskomunikasi, Harap Cepat Selesai

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (Bangka Belitung) – Hubungan antara Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dengan Wakil Gubernur Hellyana belakangan menjadi sorotan publik. Keduanya dikabarkan sedang tidak harmonis akibat sejumlah persoalan internal yang memicu ketegangan di jajaran Pemerintah Provinsi Babel. Selasa (15/7/2025)

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, akhirnya angkat bicara menanggapi isu keretakan hubungan tersebut. Didit berharap polemik yang terjadi antara dua pimpinan tertinggi di Babel itu dapat segera diselesaikan agar roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

banner 336x280

“Yang jelas dewan berharap, itu hanya miskomunikasi,” ujar Didit Srigusjaya saat dimintai tanggapan oleh awak media, Senin (14/7/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai bahwa setiap pihak memiliki tugas pokok dan fungsi yang telah diatur sesuai peraturan perundang-undangan. Ia menegaskan pentingnya masing-masing pihak memahami ruang lingkup kewenangan yang dimiliki agar tidak terjadi tumpang tindih tugas.

“Tentunya tugas kewenangan Gubernur ada, Wakil Gubernurnya ada,” ucapnya singkat namun sarat makna.

Gubernur Siap Dilaporkan ke Kemendagri dan Ombudsman

Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan sikapnya terkait rencana Wakil Gubernur Hellyana yang disebut-sebut akan melaporkan kebijakannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Ombudsman RI. Hidayat menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan dengan langkah tersebut.

“Pesan saya bekerja dengan baik saja, tidak perlu buat konten atau keluhan. Beliau (Hellyana) ingin melapor ke Mendagri atau PTUN, ya alhamdulillah silahkan saja. Jangan tidak dilaporkan, silahkan lapor saja. Jangan membuat keluhan saja, agar Mendagri turun langsung ke sini. Jika saya salah, saya hormat, jika saya benar apa sanksinya,” tegas Hidayat Arsani, Minggu (13/7/2025).

Hidayat juga mengungkapkan bahwa terakhir kali dirinya bersama Hellyana dalam satu agenda resmi adalah pada peringatan HUT Bhayangkara ke-79, Selasa (1/7/2025) di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung.

“Selama hidup saya tidak mau bermusuh dengan orang, tapi saya akan lawan jika uang negara digunakan tidak sesuai aturan. Gubernur orang tertinggi bukan saya gila hormat tapi Wagub di bawah saya dan ikut aturan saja. Ibu mau ke mana ikut aturan selama bawa uang rakyat, bukan hanya kerja ke sana ke sini saja,” ungkapnya dengan nada tegas.

Hellyana Tegaskan Perjalanan Dinas Sesuai Aturan

Menanggapi pernyataan Gubernur, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, memberikan klarifikasi terkait perjalanan dinas yang dilakukan selama ini. Ia menegaskan bahwa semua perjalanan dinas yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pak Gubernur menyebutkan ada 10 perjalanan dinas saya dan tujuh di antaranya dianggap tidak jelas, saya ingin meluruskan bahwa semua perjalanan dinas saya dilakukan atas dasar surat tugas resmi dari Sekretariat Daerah, kegiatan resmi pemerintahan, baik menghadiri undangan, membuka acara, hingga menjalankan fungsi monitoring lapangan,” ujar Hellyana, Senin (14/7/2025).

Hellyana menekankan bahwa tidak ada satu pun perjalanan dinas yang dilakukannya tanpa dasar hukum atau tujuan yang jelas. Menurutnya, seluruh aktivitas tersebut merupakan bagian dari tugas kelembagaan sebagai Wakil Gubernur.

“Kami memang memiliki kewajiban membantu Gubernur, namun Wakil Gubernur bukan bawahan Gubernur secara struktural birokrasi,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hubungan kelembagaan antara Gubernur dan Wakil Gubernur sudah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam aturan tersebut, Wakil Gubernur memiliki fungsi jabatan sendiri sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

“Saya melakukan perjalanan dinas sebagai bagian dari tugas kelembagaan, bukan perjalanan pribadi. Dan sepanjang kegiatan tersebut untuk kepentingan daerah, di bawah administrasi resmi Pemprov, maka seharusnya tidak perlu dipersoalkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hellyana menilai sebaiknya setiap persoalan yang ada diselesaikan melalui mekanisme resmi pemerintahan, bukan diperdebatkan di ruang publik. Ia berharap keberatan yang ada dapat dibahas secara internal demi menjaga marwah pemerintahan.

“Saya tetap menghormati posisi Gubernur, namun sebagai Wakil Gubernur saya juga bertanggung jawab kepada masyarakat Bangka Belitung. Setiap langkah saya untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau polemik,” pungkasnya.

Keretakan hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Babel ini pun menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap keduanya dapat menemukan jalan tengah agar tidak mengganggu pelayanan dan pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber: Bangka pos, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *