KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung langkah strategis Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mencapai target zero stunting. Dukungan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap program penanganan stunting yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Rabu (25/2/2026)
Menurut Abang Hertza, upaya penurunan stunting harus menjadi prioritas bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Ia menilai berbagai program yang disusun pemerintah daerah sudah mengarah pada pencegahan yang komprehensif, terutama melalui pendekatan kesehatan ibu dan anak.
Ia juga mengapresiasi inovasi Dinas Kesehatan yang mencanangkan program pencegahan stunting melalui formulasi khusus sebagai pilar utama pada tahun 2026. Program tersebut menitikberatkan pada perubahan perilaku kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan keluarga dengan balita.
Beberapa langkah yang menjadi fokus program antara lain mendorong ibu hamil rutin mengonsumsi tablet tambah darah, melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala, memenuhi kebutuhan protein hewani, serta memastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif datang ke Posyandu setiap bulan guna memantau tumbuh kembang anak.
“Kami mendukung sepenuhnya kebijakan ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan sosialisasi sampai ke tingkat akar rumput,” ujar Abang Hertza, Kamis.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan di tingkat kelurahan hingga RT menjadi kunci penting dalam pencegahan stunting.
Abang Hertza juga meminta seluruh fasilitas layanan kesehatan, terutama puskesmas, untuk proaktif dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini dan menangani kasus stunting.
“Puskesmas harus membuka pintu seluas-luasnya dan memberikan respon cepat jika ada laporan warga yang terindikasi stunting,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai Kota Pangkalpinang memiliki keunggulan dari sisi geografis yang relatif kecil dan mudah dijangkau. Kondisi tersebut dinilai memudahkan pemerintah dalam melakukan intervensi kesehatan secara cepat dan merata di seluruh wilayah.
Dengan jarak antarwilayah yang dekat serta sebaran fasilitas kesehatan yang cukup memadai, Abang Hertza menilai tidak ada alasan program penanganan stunting tidak berjalan optimal.
“Dengan sebaran fasilitas kesehatan yang memadai di seluruh titik Kota Pangkalpinang, seharusnya tidak ada kendala berarti bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan medis,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kota Pangkalpinang juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut agar benar-benar berjalan sesuai target. Ia berharap inovasi yang telah disiapkan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami akan memantau terus agar upaya ini benar-benar menunjang kebijakan zero stunting di Kota Pangkalpinang,” pungkasnya. (Sandy Batman/KBO Babel)

















