
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan melalui kolaborasi bersama komunitas dan relawan. Hal ini terlihat dalam kegiatan pembagian sembako dan aksi penanaman mangrove yang digelar di kawasan pesisir Pantai Rusunawa, Kelurahan Ketapang, Sabtu (4/4/2026). Selasa (7/4/2026)
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Perkumpulan Kiok Bangka dan melibatkan relawan dari berbagai daerah, termasuk peserta yang datang dari Jakarta. Aksi ini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial bagi masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pantai yang memiliki peran penting bagi lingkungan.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, yang akrab disapa Prof. Udin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.
“Bersama teman-teman relawan Kiok Bangka, hari ini kita berbagi sembako kepada masyarakat di sini, sekaligus melakukan penanaman mangrove di pinggiran sungai untuk menjaga ekosistem,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki dua dimensi penting, yakni sosial dan lingkungan. Dari sisi sosial, pembagian sembako diharapkan dapat meringankan beban masyarakat pesisir, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Sementara dari sisi lingkungan, penanaman mangrove menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Mangrove dikenal memiliki peran vital dalam menjaga garis pantai dari abrasi, sekaligus menjadi habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna. Keberadaan tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang mampu membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
“Harapannya, ekosistem di kawasan ini bisa semakin terjaga, sehingga keberlangsungan flora dan fauna dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Udin menilai bahwa kegiatan seperti ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk relawan dari luar daerah yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran relawan dari Jakarta dan daerah lainnya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama tidak mengenal batas wilayah. Kolaborasi lintas daerah ini dinilai sebagai energi positif yang dapat memperkuat gerakan sosial berbasis masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian teman-teman dari berbagai daerah, termasuk dari Jakarta, yang telah datang dan berkontribusi langsung membantu masyarakat di Pangkalpinang,” katanya.
Pemkot Pangkalpinang menilai bahwa kolaborasi antara komunitas, relawan, dan pemerintah merupakan kunci dalam menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai program lainnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Dengan keterlibatan langsung dalam penanaman mangrove, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Pemkot juga mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah pesisir lainnya di Pangkalpinang. Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas dan merata.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga semangat gotong royong seperti ini terus terjaga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pangkalpinang menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup kepedulian sosial dan keberlanjutan lingkungan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. (Sandy Batman/KBO Babel)









