KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Aktivitas anak-anak yang mengamen dan mengemis di sejumlah persimpangan jalan di Kota Pangkalpinang masih ditemukan dalam patroli rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Meski jumlahnya disebut tidak mengalami peningkatan, petugas mendapati wajah-wajah lama masih berulang kali beraktivitas di sejumlah titik jalan. Rabu (30/9/2026)
Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Kota Pangkalpinang, Niko Pratama, mengatakan pihaknya rutin melakukan patroli setiap hari untuk mengawasi keberadaan anak-anak yang beraktivitas sebagai pengamen maupun pengemis di jalanan.
Patroli tersebut dilakukan pada waktu yang tidak menentu, mulai pagi, sore hingga malam hari. Pola patroli secara acak dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan mencegah anak-anak kembali beraktivitas di lokasi yang sama.
“Kalau jumlah sih tidak mengalami peningkatan, tapi itu lebih ke orang itu-orang itu saja. Karena sekarang ini kita patroli tiap hari, kita tangkap juga,” kata Niko, Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi bukan hanya jumlah anak yang berada di jalan, tetapi adanya anak-anak yang berulang kali ditemukan melakukan aktivitas serupa setelah sebelumnya ditertibkan.
Satpol PP tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga berupaya memastikan anak-anak yang diamankan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Anak-anak yang terjaring kemudian diserahkan untuk menjalani asesmen sebelum mendapatkan pembinaan sesuai kondisi masing-masing.
Dalam penertiban yang dilakukan pada malam Minggu lalu, petugas mengamankan dua anak yang saat berada di lokasi didampingi oleh ibu kandung mereka.
Setelah diamankan, kedua anak tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses asesmen dan penandatanganan surat pernyataan. Selanjutnya, mereka dibawa ke rumah singgah yang berada di kawasan Pangkal Balam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Temuan petugas di lapangan juga menunjukkan adanya orang tua yang berada tidak jauh dari lokasi ketika anak-anak mereka mengamen maupun mengemis.
Keberadaan orang tua tersebut menjadi perhatian karena anak-anak tidak selalu melakukan aktivitas di jalan tanpa pendamping. Dalam sejumlah penertiban, petugas bahkan mendapati orang tua berada di sekitar lokasi dan memantau aktivitas anak mereka.
“Enggak ditinggal, mereka orang tuanya stay di situ juga. Makanya kalau tiap kali dapat anak pasti dapat orang tuanya, karena mereka stay ikut di situ, mantau,” ujar Niko.
Kondisi tersebut membuat penanganan anak jalanan tidak cukup hanya dilakukan melalui penertiban. Satpol PP perlu melibatkan keluarga dan sejumlah instansi terkait agar anak-anak tidak kembali ke jalan setelah mendapatkan pembinaan.
Niko menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan, anak-anak yang terjaring umumnya merupakan warga lokal Kota Pangkalpinang. Beberapa di antara mereka mengaku mengamen karena kemauan sendiri.
Namun, petugas menduga terdapat pengaruh atau arahan dari orang tua terhadap aktivitas anak-anak tersebut. Hal itu menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri dalam proses asesmen.
“Dari omongan mereka, mereka mau sendiri. Tapi sepertinya sudah diajari oleh orang tua ya, mereka juga anak-anak tentunya labil,” tuturnya.
Untuk mencegah aktivitas tersebut semakin meluas, patroli difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi anak-anak mengamen dan mengemis. Beberapa di antaranya merupakan persimpangan yang memiliki lampu lalu lintas dan ramai kendaraan.
Lokasi yang menjadi perhatian petugas antara lain Simpang Ramayana, Semabung, Air Itam, dan Simpang 5.
Keberadaan anak-anak di persimpangan jalan tidak hanya berkaitan dengan persoalan sosial, tetapi juga menyangkut keselamatan mereka ketika beraktivitas di antara kendaraan yang melintas.
Satpol PP Kota Pangkalpinang memastikan patroli akan terus dilakukan secara rutin dengan waktu yang bervariasi. Penertiban juga diupayakan tidak berhenti pada tindakan di lapangan.
Niko mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait untuk memastikan anak-anak yang terjaring memperoleh penanganan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah anak-anak kembali ke jalan serta mendorong adanya penanganan yang melibatkan keluarga, pemerintah dan lembaga terkait.
Dengan pola pengawasan dan penanganan tersebut, Satpol PP Pangkalpinang berupaya menekan aktivitas anak mengemis dan mengamen di ruang publik sekaligus memastikan perlindungan terhadap anak tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses penertiban. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)














